Berita Medan

Dari Jakarta, Sopir Ekspedisi Diduga Jadi Korban Perampokan di Medan: Disekap Hingga Truk Disandera

Mereka disekap di dalam boks belakang hingga nyaris tewas, dianiaya, dan truk yang dikemudikan disandera.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso
Moga Imanuel Sirait, sopir truk ekspedisi beserta kernetnya bernama Dani, diduga menjadi korban perampokan di Medan Johor, ketika diwawancarai, Kamis (30/4/2026). Sampai saat ini truk masih disandera. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Seorang sopir truk ekspedisi asal Jakarta, bernama Moga Imanuel Sirait, beserta kernetnya bernama Dani, diduga menjadi korban perampokan di Medan Johor.

Mereka disekap di dalam boks belakang hingga nyaris tewas, dianiaya, dan truk yang dikemudikan disandera.

Akibat peristiwa ini, Moga, sebagai sopir sempat mengalami sejumlah luka akibat digebuki orang tak dikenal.

Moga Imanuel Sirait mengatakan, penyekapan dan penganiayaan pertama kali terjadi di halaman Masjid Nurul Ikhwan, Jalan Karya Kasih, Kecamatan Medan Johor.

Lokasi kedua diduga terjadi tak jauh dan berada di pangkalan udara (Lanud) Soewondo Medan.

Disini ia juga disekap di sebuah lokasi, dan dianiaya kembali.

Bahkan, ia juga diduga diancam akan dibunuh, jasadnya tak akan ditemukan.

Bukan cuma warga sipil, tapi ada juga sejumlah orang diduga prajurit TNI dari Angkatan Udara (AU).

"Jadi, sampai di Paskhas, saya diturunkan, dan di sono saya babak belur. Dipukul saya, dipukul. Ada juga tentara yang mukul saya, tapi nggak tahu itu tentara itu siapa namanya,"kata Moga Imanuel Sirait, Kamis (30/4/2026).

"Nah, sesudah itu dipukul, dipaksa, saya katanya kamu enggak bakalan selamat, enggak bakalan diketahui orang, keluarga kamu. Kamu pasti mati,"sambungnya.

Akibat peristiwa ini, bos Moga bekerja bernama Julham Efendi Panjaitan membuat laporan ke Polrestabes Medan, dengan nomor Polisi LP/B/1649/IV/2026, tanggal 24 April.

Mereka mengalami kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp 1,6 Miliar karena truk yang biasa dipakai pengiriman ekspedisi masih disandera.

Sedangkan Moga, dibebaskan dalam keadaan luka-luka.

"Masih. Intinya, mobil masih ditahan di Paskhas."

Kronologi Sopir Ekspedisi Diduga Dirampok

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved