TRIBUN WIKI
Idul Fitri 2026 Berapa Hijriah? Simak Tanggal Merah, Libur Nasional Bulan Maret
Idul Fitri 2026 jatuh pada 1 Syawal 1447 Hijriah, menandakan berakhirnya puasa Ramadan. Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Ringkasan Berita:
- Idul Fitri 2026 diperkirakan jatuh pada 1 Syawal 1447 Hijriah. Namun, tanggal pastinya menunggu hasil sidang isbat pemerintah berdasarkan rukyatul hilal dan hisab.
- Idul Fitri dirayakan setiap tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriah, bukan berdasarkan kalender Masehi.
- Kalender Hijriah menggunakan sistem qamariah (peredaran bulan). Satu tahun terdiri dari 12 bulan dan jumlah harinya sekitar 354–355 hari, lebih pendek dari kalender Masehi.
TRIBUN-MEDAN.COM,- Sejumlah umat Muslim mulai bertanya, Idul Fitri 2026 berapa Hijriah ?
Pertanyaan ini wajar muncul setiap menjelang akhir bulan Ramadan.
Idul Fitri sendiri dirayakan setiap tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriah, bukan berdasarkan kalender Masehi yang biasa kita gunakan sehari-hari.
Baca juga: Muhammadiyah Idul Fitri 20 Maret 2026, Pemerintah Sidang Isbat 19 Maret 2026
Jika mengacu pada perhitungan kalender Islam, Idul Fitri tahun 2026 diperkirakan jatuh pada 1 Syawal 1447 Hijriah.
Namun, perlu dipahami bahwa penetapan resmi Hari Raya Idul Fitri di Indonesia bisa saja berbeda antara pemerintah dengan sejumlah ormas, seperti Muhammadiyah.
Pemerintah biasanya akan mengumumkan Idul Fitri melalui sidang isbat oleh Kementerian Agama, karena bergantung pada hasil rukyatul hilal (pengamatan bulan) dan metode hisab (perhitungan astronomi).
Sementara Muhammadiyah menentukan Idul Fitri berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Baca juga: Waktu Pelaksanaan Shalat Gerhana Bulan 2026 atau Sholat Khusuf Menurut Muhammadiyah
Untuk tahun ini, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 20 Maret 2026.
Sementara pemerintah, masih akan menggelar sidang isbat pada 19 Maret 2026.
Apa Itu Kalender Hijriah?
Kalender Hijriah adalah sistem penanggalan lunar yang digunakan umat Islam di seluruh dunia untuk menentukan waktu ibadah dan hari besar agama.
Kalender ini, juga disebut kalender Qamariyah, didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi Bumi, dengan satu tahun terdiri dari 12 bulan dan sekitar 354-355 hari, lebih pendek 10-12 hari dibanding kalender Masehi.
Baca juga: Satgas Pangan Polda Sumut Cek Pabrik Ayam, Pastikan Stok Aman hingga Idul Fitri
Hari dimulai saat matahari terbenam (waktu Maghrib), dan awal bulan ditentukan oleh penampakan hilal (bulan sabit pertama).
Penamaan "Hijriah" berasal dari hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada 622 Masehi, yang menjadi titik awal tahun pertama (1 Muharram)
Kalender Hijriah resmi ditetapkan oleh Khalifah Umar bin Khattab pada masa kekhalifahan Rasyidin untuk menyatukan penanggalan surat-menyurat dan catatan negara Islam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/idul-fitri-2026-berapa-hijriah.jpg)