TRIBUN WIKI

Waktu Pelaksanaan Shalat Gerhana Bulan 2026 atau Sholat Khusuf Menurut Muhammadiyah

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjelaskan pelaksanaan Sholat Khusuf menyesuaikan fase gerhana yang tampak di tiap wilayah.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Pinterest/Canva
SHALAT GERHANA- Ilustrasi seorang muslim saat melaksanakan shalat gerhana bulan atau sholat khusuf. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Pada 3 Maret 2026, sebahagian wilayah Indonesia akan menyaksikan fenomena langit gerhana bulan total.

Gerhana bulan total terjadi karena Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan.

Pada posisi itu, seluruh permukaan Bulan tertutup oleh bayangan inti (umbra) Bumi.

Baca juga: Sambut Fenomena Gerhana Bulan 2026 dengan Sholat Khusuf, Ini Tata Caranya

SHOLAT KHUSUF- Ilustrasi umat Islam saat melaksanakan sholat khusuf, shalat sunnah ketika melihat gerhana bulan.
SHOLAT KHUSUF- Ilustrasi umat Islam saat melaksanakan sholat khusuf, shalat sunnah ketika melihat gerhana bulan. (ChatGPT)

Bulan memasuki bayangan penumbra Bumi terlebih dahulu (fase parsial), lalu masuk total ke umbra, menyebabkan Bulan tampak gelap atau merah karena hamburan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi (efek Rayleigh).

Durasi totalitas biasanya sekitar 1-2 jam, tergantung orbit.

Dalam Islam, fenomena langit gerhana bulan dinilai sebagai keagungan dan kuasa Allah S.W.T.

Oleh karena itu, umat Islam diseru untuk melaksanakan shalat gerhana bulan atau Sholat Khusuf.

Baca juga: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Lakukan Sholat Khusuf Seperti Anjuran Rasulullah

Adapun dalil yang mendasari pelaksanaan Solat Khusuf ini adalah hadist yang diriwayatkan oleh HR al-Bukhari, Muslim dan Ahmad.

عن عَائِشَةَ أَنَّ الشَّمْسَ خَسَفَتْ على عَهْدِ رسول اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَبَعَثَ مُنَادِيًا الصَّلاَةَ جَامِعَةً فَتَقَدَّمَ فَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ في رَكْعَتَيْنِ وَأَرْبَعِ سَجَدَاتٍ [رواه البخاري واللفظ له ، ومسلم ، وأحمد

Artinya: Dari Aisyah (diriwayatkan) bahwa pernah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah saw, maka ia lalu menyuruh orang menyerukan “ash-shalatu jami‘ah”. Kemudian beliau maju, lalu mengerjakan salat empat kali rukuk dalam dua rakaat dan empat kali sujud [HR al-Bukhari, Muslim dan Ahmad].

عن أبي مَسْعُودٍ قال قال النبي صلى الله عليه وسلم إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ من الناس وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ من آيَاتِ اللَّهِ فإذا رَأَيْتُمُوهُمَا فَقُومُوا فَصَلُّوا [رواه البخاري ومسلم

Baca juga: Gerhana Matahari Terlihat 3 Persen di Medan, Masyarakat Laksanakan Sholat Khusuf Berjamaah

FENOMENA LANGIT- Ilustrasi fenomena langit gerhana bulan total yang memancar dari tengah danau di dalam hutan. Tampak satwa di dalam hutan berkumpul di pinggiran danau.
FENOMENA LANGIT- Ilustrasi fenomena langit gerhana bulan total yang memancar dari tengah danau di dalam hutan. Tampak satwa di dalam hutan berkumpul di pinggiran danau. (ChatGPT)

Artinya: Dari Abu Mas’ud r.a., ia berkata: Nabi saw telah bersabda: Sesungguhnya matahari dan bulan tidak gerhana karena kematian seseorang, akan tetapi keduanya adalah dua tanda kebesaran Allah. Maka apabila kamu melihat gerhana keduanya, maka berdirilah dan kerjakan salat [HR al-Bukhari dan Muslim].

Hadis pertama merupakan sunnah fikliah yang menggambarkan perbuatan Rasulullah S.A.W melakukan shalat saat terjadinya gerhana.

Hadis kedua merupakan sunnah kauliah yang berisi perintah Nabi Muhammad S.A.W untuk melakukan shalat pada saat terjadinya gerhana.

Baca juga: Daftar Fenomena Langit yang Terjadi pada Bulan Desember 2025, Ada Hujan Meteor yang Indah

Waktu Pelaksanaan Shalat Gerhana atau Sholat Khusuf

Adapun pelaksanaan Sholat Khusuf ini menyesuaikan fase gerhana yang tampak di masing-masing wilayah. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved