TRIBUN WIKI

Hukum Islam Tentang Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang Menurut Buya Yahya

Buya Yahya menegaskan bahwa Islam tidak mengenal budaya Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Instagram @buyayahya_albahjah
ULAMA- KH Yahya Zainul Ma'arif yang lebih akrab disapa Buya Yahya adalah pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon. 

Ringkasan Berita:
  • Islam tidak pernah mengajarkan yang namanya budaya kasih sayang
  • Budaya Hari Kasih Sayang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah
  • Buya Yahya mengingatkan umat muslim agar berhati-hati, dan tidak terjerumus dalam kekafiran

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Beberapa diantara pengguna media sosial mungkin ada yang bertanya, bagaimana Hukum Islam tentang Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang.

Sebab, tiap tanggal 14 Februari beberapa pihak selalu merayakan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day.

Mereka merayakannya dengan bertukar kartu ucapan, mengirimkan pesan, ataupun berbagi cokelat.

Ada beragam tradisi unik yang berlangsung di dunia beberapa tahun belakangan ini.

Nah, bagaimana dengan Islam?

Apakah Islam mengharamkan Hari Kasih Sayang?

Prof. H. Yahya Zainul Ma'arif, Lc., M.A., S.Psi., Ph.D atau Buya Yahya
Prof. H. Yahya Zainul Ma'arif, Lc., M.A., S.Psi., Ph.D atau Buya Yahya (Pinterest)

Baca juga: dr Richard Lee Mualaf, Lalu Bagaimana Status Pernikahannya Menurut Hukum Islam?

Penjelasan Ulama 

Prof. KH.Yahya Zainul Ma'arif, Lc., M.A., Ph.D, pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon pernah menjelaskan tentang masalah ini.

Buya Yahya mengatakan, bahwa Islam sebenarnya tidak pernah mengajarkan yang namanya Hari Kasih Sayang atau Hari Valentine.

Buya Yahya pun sempat menyinggung masalah kekafiran dalam hal ini. 

Baca juga: 4 Cara Ikhtiar yang Benar agar Mendapat Rezeki Kata Buya Yahya, Istri Wajib Tahu

Ia mengatakan, bahwa sebenarnya mengungkapkan rasa kasih sayang kepada sesama manusia bisa dilakukan kapan saja, tidak terbatas waktu. 

Bagi siapa saja yang melakukan sebuah kegiatan yang tak pernah diajarkan Rasulullah, maka bisa-bisa terjerumus dalam kekafiran. 

Buya Yahya menerangkan, Valentine Day bukan budaya orang beriman, di mana dalam perayaannya mengagungkan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan Islam.

"Maka mengagungkan seorang tokoh yang tidak pernah kenal Nabi Muhammad SAW, tokoh kafir, kalau diceritakan asal-usul mengenai Valentine Day semuanya mengarah pada kekafiran," jelas Buya Yahya dilansir dari Banjarmasinpost.co.id dari kanal Youtube Al-Bahjah TV.

Oleh karena itu, maka umat muslim diminta berhati-hati agar tudak terjurumus pada kekafiran.

Buya Yahya Bab Sholat dan Sedekah
Buya Yahya Bab Sholat dan Sedekah (Ist)

Baca juga: Buya Yahya: Dosa Besar Apabila Berhubungan Intim saat Menstruasi

Tidak Ikut-ikutan dan Mawas Diri

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved