TRIBUN WIKI
Hukum Islam Tentang Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang Menurut Buya Yahya
Buya Yahya menegaskan bahwa Islam tidak mengenal budaya Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Ringkasan Berita:
- Islam tidak pernah mengajarkan yang namanya budaya kasih sayang
- Budaya Hari Kasih Sayang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah
- Buya Yahya mengingatkan umat muslim agar berhati-hati, dan tidak terjerumus dalam kekafiran
TRIBUN-MEDAN.COM,- Beberapa diantara pengguna media sosial mungkin ada yang bertanya, bagaimana Hukum Islam tentang Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang.
Sebab, tiap tanggal 14 Februari beberapa pihak selalu merayakan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day.
Mereka merayakannya dengan bertukar kartu ucapan, mengirimkan pesan, ataupun berbagi cokelat.
Ada beragam tradisi unik yang berlangsung di dunia beberapa tahun belakangan ini.
Nah, bagaimana dengan Islam?
Apakah Islam mengharamkan Hari Kasih Sayang?
Baca juga: dr Richard Lee Mualaf, Lalu Bagaimana Status Pernikahannya Menurut Hukum Islam?
Penjelasan Ulama
Prof. KH.Yahya Zainul Ma'arif, Lc., M.A., Ph.D, pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon pernah menjelaskan tentang masalah ini.
Buya Yahya mengatakan, bahwa Islam sebenarnya tidak pernah mengajarkan yang namanya Hari Kasih Sayang atau Hari Valentine.
Buya Yahya pun sempat menyinggung masalah kekafiran dalam hal ini.
Baca juga: 4 Cara Ikhtiar yang Benar agar Mendapat Rezeki Kata Buya Yahya, Istri Wajib Tahu
Ia mengatakan, bahwa sebenarnya mengungkapkan rasa kasih sayang kepada sesama manusia bisa dilakukan kapan saja, tidak terbatas waktu.
Bagi siapa saja yang melakukan sebuah kegiatan yang tak pernah diajarkan Rasulullah, maka bisa-bisa terjerumus dalam kekafiran.
Buya Yahya menerangkan, Valentine Day bukan budaya orang beriman, di mana dalam perayaannya mengagungkan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan Islam.
"Maka mengagungkan seorang tokoh yang tidak pernah kenal Nabi Muhammad SAW, tokoh kafir, kalau diceritakan asal-usul mengenai Valentine Day semuanya mengarah pada kekafiran," jelas Buya Yahya dilansir dari Banjarmasinpost.co.id dari kanal Youtube Al-Bahjah TV.
Oleh karena itu, maka umat muslim diminta berhati-hati agar tudak terjurumus pada kekafiran.
Baca juga: Buya Yahya: Dosa Besar Apabila Berhubungan Intim saat Menstruasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Buya-Yahya-soal-Hukum-Islam-mengenai-Hari-Kasih-Sayang.jpg)