Penyintas Banjir Jalankan Puasa di Pengungsian, Alami Kebanjiran Tiga Kali sejak November 2025 

Gubernur Sumut Bobby Nasution memastikan seluruh penyintas banjir bakal mendapatkan huntara pada Minggu ketiga Bulan Februari 2026.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
TEMPAT PENGUNGSIAN - Kondisi suasana posko tempat pengungsian penyintas banjir di Simpang Kelurahan Sipange-Hutanabolon, Tukka, Tapteng, Selasa (16/12/2025). Memasuki bulan puasa, masih banyak penyintas banjir yang tinggal di pengungsian 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumut Bobby Nasution meminta penyintas banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah untuk bersabar. Sebab, masih banyak di antara mereka yang menjalankan ibadah puasa di pengungsian.

Bobby mengatakan, pihaknya belum bisa membuat penyintas banjir berada di hunian sementara (huntara) atau hunian tetap (huntap) sebelum Ramadan, karena bencana kembali melanda Kabupaten tersebut.

Ia juga menyampaikan duka cita, karena bencana banjir kembali menimpa masyarakat. Tercatat, banjir yang menimpa warga Tapteng ini sudah ketiga kalinya pasca bencana di November 2025 lalu.

"Ya karena kan yang lalu kita targetkan saat Ramadan dan Idulfitri tahun ini, bisa zero pengungsi. Tetapi ternyata bencana kembali terjadi dan menambah dampak yang harus kita tangani," jelasnya dalam keterangan tertulis yang dilihat,Kamis (19/2/2026).

Bobby juga meminta masyarakat untuk bersabar atas musibah yang terjadi berulang kali.

"Pemerintah terus bekerja keras memastikan upaya mitigasi bencana melalui program Rencana Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pascabencana (R3P) berjalan dengan kolaborasi seluruh pihak terkait," jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Gubernur Sumut Bobby Nasution memastikan seluruh penyintas banjir bakal mendapatkan huntara pada Minggu ketiga Bulan Februari 2026.

Baca juga: Puasa Tinggalkan Kampung Halaman, Curhat Warga Korban Banjir Garoga: Gak Perlu Kami Baju Lebaran

Dijelaskannya, penyintas banjir tidak akan selamanya tinggal di huntara. Mereka bakal mendapatkan huntap.

Ia menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan anggaran untuk pembelian lahan huntap, apabila daerah itu tidak memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunannya.

"Kami juga sepekan lalu, sudah sepakat untuk seluruh posko pengungsian, tidak ada lagi pengungsi, sebelum puasa atau selambatnya sebelum Hari Raya Idulfitri," jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).

Apabila, minggu ketiga Februari, huntara belum selesai, maka Bobby siap mencarikan hotel untuk para penyintas banjir.

"Bahkan kalau perlu kita bisa mencari hotel yang bisa disewa per bulan, untuk menampung bila masih ada warga di pengungsian," jelasnya.

Hal itu dilakukan, agar penyintas banjir bisa melaksanakan ibadah puasa dengan nyaman dan tenang.

"Paling tidak mereka bisa menjalankan ibadah puasa dalam kondisi lebih baik," ucapnya.

Dilanjutkannya, Pemprov Sumut memastikan telah memberikan perhatian serius terhadap kondisi warga terdampak bencana.

"Kita mempersiapkan dananya untuk mendukung program pemerintah pusat dalam penanganan pascabencana, seperti pembangunan hunian tetap. Jika belum ada lahannya, kami Pemerintah Provinsi akan menyiapkannya dengan anggaran provinsi," jelasnya.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved