Banjir dan Longsor di Sumut
Puasa Tinggalkan Kampung Halaman, Curhat Warga Korban Banjir Garoga: Gak Perlu Kami Baju Lebaran
Para warga mengaku sedih menjalankan ibadah puasa pertama dengan kondisi meninggalkan kampung halaman.
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Azis Husein Hasibuan
TRIBUN-MEDAN.com, BATANGTORU - Warga korban banjir bandang di Garoga, Batangtoru, Tapanuli Selatan menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah di tenda hunian sementara (huntara).
Warga yang tinggal di tenda huntara bantuan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) rata-rata telah kehilangan kampung halaman.
Mereka dipastikan akan menjalani ibadah puasa satu bulan penuh di tenda huntara, sebab relokasi berupa hunian tetap (huntap) saat ini sedang proses pembangunan dan kemungkinan selesai setelah lebaran nanti.
Warga Garoga yang ditemui di tenda huntara mengatakan, menu sahur hari pertama puasa diberi lauk berupa daging lembu.
Lauk ini dimasak di dapur darurat yang sejak awal bencana hingga sekarang masih terus beroperasi memberi makan kepada para korban banjir bandang.
"Pakai daging. Ini kan masih permulaan puasa," kata Soibah Manullang di tendara huntara Desa Aek Ngadol, Kamis (19/2/2026).
Ada juga warga yang mengaku menu sahur hari pertama puasa didapat dari pemberian warga sekitar ataupun kerabat. Seperti, ayam hingga mi instan.
"Aku dikasih orang tadi lauk sahurnya. Ada yang ngasih ayam ada juga mi instan," kata warga lainnya, Hasna Nasution.
Menurut Hasna, menu sahur berupa mi instan kurang layak untuk dikonsumsi saat berpuasa.
"Gak cocok rasanya sahur pakai instan. Saya sudah tua, tapi mau gimana lagi. Harus tetap disyukuri," katanya.
Memang awal puasa ini para warga mendapat menu sahur yang layak untuk disantap, namun mereka hanya bisa pasrah.
"Kalau nanti kita gak tahu bakalan diberi makan apa. Yang penting bisa bersyukur, mudah-mudahan kuat menjalankan ibadah puasa," timpal Aisyah.
Sedih puasa tinggalkan kampung halaman
Para warga mengaku sedih menjalankan ibadah puasa pertama dengan kondisi meninggalkan kampung halaman.
Seperti diketahui, kampung halaman mereka di Desa Garoga hilang disapu banjir bandang pada 25 November 2025 lalu.
| AKHIRNYA Kementerian Lingkungan Hidup Gugat 6 Perusahaan di Sumut Rp 4,8 Triliun |
|
|---|
| Data BNBA Korban Bencana Sumut Rampung, Gubsu Bobby: Tinggal Tunggu Realisasi Anggaran |
|
|---|
| DAFTAR 6 Perusahaan di Sumut Digugat Kementerian LH Imbas Banjir Sumatera, Dua di PN Medan |
|
|---|
| Bupati Tapteng Masinton Normalisasi Sungai dan Sawah di Tukka, Akui Bona Lumban Paling Parah |
|
|---|
| Pemkab Tapteng Bantah Isu Bupati Masinton Pasaribu Usir Pengungsi di GOR Pandan: Jangan Terprovokasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/huntara-batangtoru-garoga-tribunmedan.jpg)