Berita Viral
Budidaya Haminjon dan Pohon Endemik Toba, Cara Inalum Rawat Alam dan Budaya
Inalum menyediakan 4 hektare lahan pembibitan pohon endemik Toba. Pada tahun 2023 dan 2025, Inalum sudah mebubidyakan 1.300 bibit kemenyan.
Penulis: Tommy Simatupang | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN-MEDAN.com - Haminjon atau dalam bahasa Indonesia Kemenyan Toba bukan sekadar tanaman tetaapi mengandung filosofis. Hamijon dengan bahasa latin ilmiah Styrax paralleloneurum sebuah warisan budaya leluhur Batak di Kawasan Danau Toba. Ini adalah tanaman unggulan Sumut yang berhasil di pasar dunia.
Haminjon menghasilkan getah atau resin kualitas nomor satu. Resin dengan nilai yang tinggi ini diburu perusahaan parfum besar asal Prancis, Luis Vuitton dan perusahaan asal Italia, Gucci. Masyarakat kawasan Danau Toba khususnya di Kabupaten Toba, Tapanuli Utara, dan Pakpak Bharat mengenal istilah marhaminjon (ber-kemenyan).
Marhaminjon adalah praktik pertanian berbasis kearifan lokal. Marhaminjon sebuah konsep menghormati alam. Marhaminjon menyadarkan masyarakat agar tidak cuma menikmati hasil tetapi merawat alam demi masa depan.Marhaminjon sebuah representasi dari konservasi alam dan lingkungan. Tidak cuma resin, akar pohon haminjon yang kekar berperan menopang luapan air hujan dari hutan agar tidak langsung membanjiri Danau Toba.
Kemegahan pohon Kemenyan Toba telah menarik perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Maka sangat tepat jika wakil Presiden Gibran Rakabuming menyarankan agar menggalakkan penanaman pohon kemenyan di Sumut. Wapres Gibran melihat pohon endemik kemenyan di Kawasan Danau Toba sebagai ekonomi unggulan dan sekaligus melestarikan warisan budaya.
Instruksi Wapres Gibran ini ternyata sudah dilakukan oleh PT Inalum. Inalum membangun program Perlindungan Keanekaragaman Hayati atau Taman Kehati di Desa Paritohan, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba (Kantor PLTA Paritohan) sebagai prasarana tanaman endemik.
Inalum menyediakan 4 hektare lahan untuk pembibitan pohon endemik Kawasan Danau Toba. Pada tahun 2023 dan 2025, Inalum sudah membudidayakan 1.300 bibit kemenyan. Dengan jumlah ini, Inalum tidak cuma melestarikan alam, tetapi turut peduli konsep marhamijon sebagai identitas budaya yang dirawat dari generasi ke generasi.
Direktur Strategic Support dan Human Capital Inalum, Benny Wiwoho dikutip dalam keterangan resminya, Sabtu (27/6/2026), menjelaskan konservasi menjadi program unggulan. Perlindungan pohon endemik Kawasan Danau Toba telah lama menjadi perhatian Inalum. Pelestarian ini sebuah kontribusi meninggalkan jejak untuk generasi mendatang.
“Konservasi merupakan bagian penting komitmen Inalum dalam mewujudkan bisnis yang berkelanjutan. Melalui berbagai program pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, kami berupaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan regenarasi mendatang,”ujarnya.
Konsistensi program konservasi mulai tahun 2018 membuat Inalum tetap dengan label hijau dalam Program Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) tahun 2025. Ini sekaligus membuat Inalum mendapatkan peringkat PROPER Emas kategori praktik bisnis berkelanjutan yang dilaksanakan 7 April 2026.
Tak cuma kemenyan, di Taman Kehati Paritohan membudidayakan sejumlah bibit tanaman endemik lain seperti sampinur, sotul, andaliman, anturmangan, dan suren (ingul) yang kayunya biasa dipakai untuk pembuatan solu (sampan) Danau Toba.
Berdasarkan data, Inalum telah membudidayakan bibit tanaman endemik Kawasan Danau Toba sebanyak 1.665 selama periode 2023 hingga 2025. Bibit tanaman ini juga diberikan gratis kepada masyarakat sekitar perusahaan agar ikut melestarikan tanaman endemik sebagai simbol ekologis dan budaya.
Ka-Grup Layanan Strategis Inalum, Daniel Hutauruk menjelaskan bahwa penanaman pohon endemik sebagai tanggung jawab perusahaan dalam menghormati alam, budaya, dan masyarakat.
“Melalui berbagai program konservasi yang dijalankan secara berkelanjutan, Inalum berkomitmen utuk menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati di sekitar wilayah operasional perusahaan. Upaya ini merupakan wujud tanggung jawab kami untuk menciptakan nilai yang tidak hanya berdampak bagi bisnis, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan,”ujar Daniel dalam keterangan resminya.
Selain pohon endemik, Taman Kehati Paritohan turut menanam bibit mahoni, petai, kayu afrika, alpukat, medang, kemenyan, trembesi, jambu, cemara balon, tulip afrika, suren, kecapi, garuda, jabon, pinus, karet kebo, mindi, kemiri, nangka, sukun, glodokan tiang, beringin, durian, rambutan, ketapang, mangga, cemara lilin, tabebuya, sengon, dan matoa. Keseluruhan budidaya bibit ini berada dalam konservasi Taman Kehati dan 3 Kebun Bibit Rakyat yang tersebar di Kabupaten Toba, Humbahas, dan Simalungun.
Taman Kehati berkapasitas 500.000 bibit per tahun dan Kebun Bibit Rakyat berkapasitas 150.000 bibit per tahun. Fasilitas ini diharapkan menjadi tulang punggung penyediaan bibit bagi program penghijauan jangka panjang di kawasan Danau Toba.
| AWAL Mula Bang Jago Ngamuk Bawa Parang Panjang di SPBU Saat Antre Pertalite, Kini Kicep |
|
|---|
| USAI Divonis 10 Tahun, Nadiem Ngaku Tak Punya Uang Rp809,5 M: Itu Artinya Saya Divonis 15 Tahun |
|
|---|
| Ihwan Ritonga Desak Polisi Bongkar Kasus Oplos Bio Solar ke Dexlite: Jangan Sopir dan Operator Saja |
|
|---|
| JENAZAH Rasdy Fauzi Warga Binjai Meninggal di Kamboja Akhirnya Tiba Setelah Hampir 2 Bulan |
|
|---|
| GADIS Muda Nyaris Dirudapaksa Ojek Online di Hamparan Perak, Geger Dikira Korban Begal, HP Raib |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/inalumparitohansfgggg.jpg)