Sumut Terkini
Perjalan Bupati Gus Irawan ke Kampung Tuti Daulay, Ibu Hamil Ditandu 30 Km saat Hendak Melahirkan
Perjalanan dengan ditandu warga sekitar enam jam itu yang dibutuhkan Tuti Daulay agar bisa sampai ke Sipirok.
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Ayu Prasandi
Gus Irawan mengungkapkan betapa berat perjalanan menuju Aek Nabara. Ia berangkat dari Kantor Bupati pada Selasa (12/05/2026) pukul 10.00 WIB dan baru tiba kembali di rumah dinas pada Rabu (13/05/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
"Tapi memang, medan di sana sangat berat. Saya berangkat dari Kantor Bupati Selasa (12/5/2026) pukul 10.00 Wib dan baru sampai lagi ke rumah dinas Rabu (13/5/2026) sekira pukul 05.00 Wib," tuturnya.
Ketiadaan Nakes
Selain persoalan akses, ketiadaan tenaga kesehatan di Aek Nabara juga menjadi sorotan. Menurut Gus Irawan, sebelumnya terdapat bidan desa yang bertugas di sana. Namun, bidan tersebut lulus seleksi PPPK dan tidak lagi bertugas di dusun tersebut.
"Tapi, kami sudah menyiasati itu dengan semacam perintah penugasan dari Bupati begitu. Jadi bukan mutasi namanya, tapi penugasan," tegasnya.
Bidan yang dimaksud diketahui merupakan putri asli Desa Dalihan Natolu yang kini telah menetap di Batang Toru.
Pemkab akan melakukan pendekatan dengan mengedepankan rasa cinta terhadap kampung halaman agar yang bersangkutan bersedia kembali bertugas.
"Kami juga mendorong misalnya warga asal Desa Dalihan Natolu ini kalau ada yang bersekolah sebagai bidan, bisa kiranya ditugaskan tenaga kesehatan desa di sana begitu," tandasnya.
Perhatian terhadap Aek Nabara mencuat setelah Tuti Daulay, seorang ibu hamil asal dusun tersebut, terpaksa ditandu warga sejauh sekitar 30 kilometer pada Sabtu (9/5/2026).
Karena akses jalan tidak memungkinkan kendaraan masuk, proses evakuasi dilakukan secara manual menuju rumah sakit.
Dalam perjalanan, janin yang dikandung Tuti dinyatakan meninggal dunia. Pada Selasa (12/5/2026), Gus Irawan mendatangi Tuti di rumah keluarganya di Pining Nabaris, dekat Pasar Sipirok. Selain menyampaikan belasungkawa, Bupati juga memberikan bantuan tali asih.
Setelah itu, ia bersama rombongan langsung menuju Aek Nabara untuk melihat sendiri kondisi medan yang selama ini menyulitkan warga untuk mendapatkan layanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Kini, harapan masyarakat tertuju pada pemerintah pusat agar memberikan izin khusus untuk membuka akses jalan yang layak, sehingga tragedi serupa tidak kembali terjadi di pelosok Tapsel.
(ase/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Vietnam Diringkus di Langkat, Sempat Injak Ganja untuk Kelabui Polisi |
|
|---|
| Resahkan Warga dan Picu Balap Liar, 117 Knalpot Brong Dimusnahkan Polres Samosir |
|
|---|
| Harga Pupuk Subsidi di Langkat Beratkan Petani, Bupati Minta Inspektorat Lakukan Pemeriksaan |
|
|---|
| Profil Direktur RSUD Amri Tambunan, dr Erlinda Yani, Rumah Sakitnya Diduga Sempat Tahan Kakek Lansia |
|
|---|
| Ketum PSBI Lantik Pengurus Wilayah dan 38 Sektor, Bupati Samosir Siap Support Program |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/BERJALAN-Bupati-Tapsel-Gus-Irawan-Pasaribu-malam-berjalan-kaki.jpg)