Sumut Terkini
Dinkes Sebut Belum Ada yang Terkena Hantavirus di Tanjungbalai, Berikut Cara Pencegahannya
Virus Hanta mulai merambat ke Indonesia, 23 orang telah terindikasi terjangkit dan tiga orang diantaranya meninggal dunia.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, TANJUNGBALAI - Virus Hanta mulai merambat ke Indonesia, 23 orang telah terindikasi terjangkit dan tiga orang diantaranya meninggal dunia.
Hal ini, mengakibatkan kekhawatiran di masyarakat yang mengaku mulai resah dan khawatir terjangkit Hanta Virus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai, Safrina Yanti Harahap mengaku, pihaknya telah menerima surat edaran kementrian kesehatan tentang kewaspaan virus hanta.
Berdasarkan surat edaran tersebut, dinas kesehatan Kota Tanjungbalai mengaku, Virus Hanta merupakan kelompok virus serius yang dapat menular kepada manusia melalui kotoran, urin, maupun air libur dari hewan pengerat seperti tikus.
Jelas Safrina, gejala awal penyakit ini umumnya menyerupai flu. Seperti demam, sakit kepala, nyeri otot pada bagian paha dan pinggang.
"Ketika fase sudah mulai berat, paru-paru penderita dapat terisi cairan sehingga menyebabkan sesak nafas," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai, Safrina Yanti Harahap, Kamis (14/5/2026).
Ia menghimbau kepada masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila ada mengalami gejala yang menyerupai tersebut.
"Langkah menghindari hewan pengerat, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, rutin mencuci tangan dengan sabun dan sanitizer, menerapkan etika batuk dan bersin," katanya.
Selain itu, katanya, masyarakat juga harus lebih teliti dan sering membersihkan kotoran tikus menggunakan kain maupun pel basah agar virus tidak berterbangan dibawa udara.
"Kami akan melakukan pemantauan epidemiologi terhadap masyarakat yang mengalami gejala serupa, termasuk melakukan pendampingan pengobatan apabila ditemukan kasus yang dicurigai," katanya.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak meningkatkan kewaspadaan serta tetap menjaga kebersihan lingkungan agar virus tidak cepat merambat.
"Sebab, hingga saat ini di Sumut khususnya Tanjungbalai, belum ditemukan adanya kasus masyarakat yang terpapar virus hanta," pungkasnya.
(cr2/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Tanjungbalai
| Vietnam Diringkus di Langkat, Sempat Injak Ganja untuk Kelabui Polisi |
|
|---|
| Resahkan Warga dan Picu Balap Liar, 117 Knalpot Brong Dimusnahkan Polres Samosir |
|
|---|
| Harga Pupuk Subsidi di Langkat Beratkan Petani, Bupati Minta Inspektorat Lakukan Pemeriksaan |
|
|---|
| Profil Direktur RSUD Amri Tambunan, dr Erlinda Yani, Rumah Sakitnya Diduga Sempat Tahan Kakek Lansia |
|
|---|
| Ketum PSBI Lantik Pengurus Wilayah dan 38 Sektor, Bupati Samosir Siap Support Program |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Safrina-Yanti-Harahap-Kepala-Dinas-Kesehatan-Kota-Tanjungbalai.jpg)