Sumut Terkini
Pakai Kursi Roda, Korban Dugaan Malapraktik Pengangkatan Rahim RS Swasta di Medan Lapor ke Polda
Laporan ibu beranak 3 ini tertuang dalam laporan Polisi Nomor: LP/B/655/IV/2026/SPKT/POLDA SUMUT pada hari Senin, 27 April 2026.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Dugaan malapraktik yang dialami seorang ibu rumah tangga bernama Mimi Maisyarah (48) berbuntut panjang.
Duduk di kursi roda sambil didorong, Mimi, didampingi kuasa hukumnya, mendatangi Polda Sumut, Senin (27/4/2026) untuk mengadukan peristiwa yang dialami.
Ia melaporkan RS Muhammadiyah Sumatera Utara, dan dokter bernama dr Taufik Mahdi Sp.OG yang menangani operasi pengangkatan rahim diduga tanpa izin.
Laporan ibu beranak 3 ini tertuang dalam laporan Polisi Nomor: LP/B/655/IV/2026/SPKT/POLDA SUMUT pada hari Senin, 27 April 2026.
"Saya minta keadilan atas pengangkatan rahim. Saya minta keadilan, karena saya sudah cacat," kata Mimi di Polda Sumut, Senin (27/4/2026).
Wanita yang mengenakan hijab warna abu-abu, kemeja biru muda ini mengatakan, dugaan malapraktik yang dialaminya berupa pengangkatan rahim diduga tanpa izin.
Hal ini baru ia diketahui pada 13 April, ketika ia memeriksakan diri ke RS Haji Medan, atau hampir dua bulan usai ia menjalani operasi di RSU Muhammadiyah Sumatera Utara pada 20 Februari lalu.
Padahal, yang Mimi ketahui dirinya hanya melakukan tindakan operasi pengangkatan tumor jinak (mioma uteri), bukan pengangkatan rahim.
"Enggak ada. Karena enggak ada pembicaraan sama dokter. Dokter hanya minta saya operasi miom,"tambahnya.
Akibat peristiwa ini Mimi merasa dirugikan, dan berharap Polisi memproses laporannya, dan menindak RS Muhammadiyah, beserta dokter.
Jika tidak, dikhawatirkan peristiwa serupa akan dialami pasien lainnya.
Selain diduga malapraktik, RS Muhammadiyah juga disebut salah diagnosa.
Mimi menyebut, dirinya terkena kanker serviks, tapi RS Muhammadiyah Sumatera Utara mendiagnosis hanya sakit miom.
"Karena saya sebenarnya enggak pernah ada miom. Enggak ada miom. Dari awal sudah kena kanker."
Kronologis IRT Diduga Jadi Korban Malapraktik
| 140 Saksi Diperiksa Marathon oleh Jaksa dalam Kasus Bimtek BUMDes Simalungun Tahun 2025 |
|
|---|
| Sering Penuh, Dishub Siantar Jajaki PT KAI Tambah Gerbong Bisnis-Eksekutif untuk Kereta Sireks |
|
|---|
| Bupati Tapteng Bicara Mitos Gundul Pringis, Masinton: Setan Gundul |
|
|---|
| Polda Sumut Gerebek Kos Dijadikan Loket Jual Beli Narkoba di Asahan, 7 Ditangkap, Termasuk 1 Pelajar |
|
|---|
| PT TPL Gelar Sosialisasi Kebijakan PHK Karyawan, Disnaker Sumut: Kita Cek Aduannya ke UPT 5 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Mimi-Maisyarah-48-korban-dugaan-malapraktik-RS-Muhammadiyah.jpg)