Medan Terkini

Mantan Rektor Unimed Prof Syawal Gultom Meninggal, Dunia Akademik Berduka

Dunia pendidikan berduka atas meninggalnya Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, sosok akademisi, birokrat pendidikan.

|
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
MENINGGAL DUNIA - Prof Syawal Gultom, mantan rektor Unimed. Dunia pendidikan berduka atas meninggalnya Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, sosok akademisi, birokrat pendidikan, dan pemimpin kampus yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri bagi kemajuan pendidikan nasional. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dunia pendidikan berduka atas meninggalnya Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, sosok akademisi, birokrat pendidikan, dan pemimpin kampus yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri bagi kemajuan pendidikan nasional.

Prof. Syawal Gultom dikenal sebagai tokoh pendidikan yang memiliki perjalanan panjang penuh perjuangan. Lahir di Tapanuli Utara pada 3 Februari 1962, beliau tumbuh dalam keluarga sederhana yang menanamkan nilai disiplin, kerja keras, dan keteguhan hati.

Sejak kecil, ia telah terbiasa menempuh perjalanan sejauh dua kilometer untuk pergi ke sekolah. Dengan membawa bekal pisang dan ubi yang juga hendak dijual ke pasar, masa kecilnya ditempa oleh keterbatasan sekaligus semangat besar untuk belajar.

Pesan sang ayah menjadi pegangan hidupnya, bahwa berladang tidak perlu dipelajari, tetapi ilmu yang diperoleh di sekolah adalah bekal paling berharga. Nilai itulah yang kemudian membentuk karakter Prof. Syawal sebagai pribadi yang tak pernah lelah mengejar cita-cita.

Pendidikan dasar dan menengah pertama diselesaikannya di kampung halaman, sebelum melanjutkan ke SMAN 3 Pematang Siantar dan lulus pada 1981. Langkah besarnya berlanjut ke IKIP Medan, tempat ia menempuh studi S1 Pendidikan Matematika dan lulus pada 1986. Dari kampus inilah tekadnya menjadi pendidik tumbuh kuat, meski semasa muda ia sempat bercita-cita menjadi pengusaha atau arsitek.

Beliau kemudian melanjutkan pendidikan Magister di IKIP Yogyakarta dan meraih gelar S2 pada 1992. Semangat belajarnya tak berhenti, hingga akhirnya menyelesaikan Program Doktor Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta pada 2009.

Karier akademiknya dimulai sebagai dosen tetap Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA IKIP Medan sejak 1987. Dedikasi dan kepemimpinannya membawa beliau menempati berbagai jabatan penting di lingkungan kampus, mulai dari Staf Ahli Pembantu Rektor I, pimpinan proyek kampus, Pembantu Rektor II, hingga dipercaya menjadi Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) periode 2007–2011 dan kembali memimpin untuk periode 2015–2019.

Di bawah kepemimpinannya, Unimed berkembang sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Sumatera Utara. Beliau juga kemudian dipercaya sebagai Ketua Senat Unimed.

Pengabdian Prof. Syawal tidak hanya di tingkat kampus. Pada 2011, beliau dipanggil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Muhammad Nuh, untuk menjabat sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan serta Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Dalam posisi strategis tersebut, nama Prof. Syawal dikenal luas sebagai salah satu tokoh sentral dalam perancangan dan implementasi Kurikulum 2013, serta pengembangan sertifikasi guru dan peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan di Indonesia.

Bagi Prof. Syawal, pendidikan adalah jalan utama membangun bangsa. Ia meyakini tidak ada cara lain memajukan negara selain memperbaiki generasi melalui guru dan murid yang berkualitas. Karena itu, sepanjang hidupnya ia terus mendorong pembenahan sistem pendidikan, termasuk gagasannya tentang harmonisasi pendidikan keseimbangan antara karakter, sikap, dan keterampilan.

Pada 2023, beliau dinobatkan sebagai Tokoh Pendidikan Indonesia dalam forum Ilmu Pendidikan dan Jurusan Ilmu Pendidikan (FIP-JIP). Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas dedikasi panjangnya di dunia pendidikan.

Kini, kepergian Prof. Dr. Syawal Gultom meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sivitas akademika, sahabat, dan masyarakat luas. Namun warisan pemikiran, keteladanan, serta pengabdiannya akan terus hidup dalam dunia pendidikan Indonesia.

Selamat jalan, Prof. Syawal Gultom. Dari langkah kecil di jalan kampung Tapanuli Utara, engkau telah menorehkan jejak besar bagi negeri.

(cr26/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved