Sumut Terkini

Video Dugaan Malpraktik Pengangkatan Rahim di RS Muhammadiyah Viral, Ini Kata Dinkes Sumut 

Dalam video seorang wanita  parubaya terlihat marah-marah  dengan pihak rumah sakit lantaran diduga melakukan malpraktik. 

|
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
IST
Screenshot video yang memperlihatkan seorang wanita terbaring lemas di atas tempat tidur diduga akibat malpraktik di rumah Sakit Muhammadiyah Sumut. Dinkes Sumut sebut masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. 

Namun, ia pun menolak tawaran untuk perawatan di RS Muhammdiyah tersebut dan berniat pindah ke Rumah Sakit Haji Medan di Deli Serdang. 

Sesampainya di Rumah Sakit Haji, pihak RS Haji menanyakan laporan Patologi Anatomi (PA) yakni hasil pemeriksaan medis milik Mimi. 

Mimi mengatakan, ia menyuruh anaknya untuk mengambil laporan tersebut di RS Muhammdiyah untuk keperluan perawatan di RS Haji. 

Kemudian, anaknya memberikan laporan PA milik ibunya dan pihak RS Haji menjelaskan kepada Mimi bahwa rahimnya telah diangkat. 

"Kata dokternya 'Kapan operasi perut ini bu?', saya enggak ngerti. Sedangkan dokter sana (RS Muhammdiyah) saja, saya tanya dia enggak jawab hanya bilang saya kurang nutrisi," katanya.

Sontak Mimi pun terkejut dan mengherankan laporan tersebut Mimi merasa bahwa saat operasi di RS Muhammadiyah, dokternya mengatakan rahim miliknya tidak diangkat dan hanya Miom-nya saja. 

"Dokter menjelaskan sebenarnya rahim ibu sudah diangkat. Jadi saya terdiam, tapi dokter (RS Muhammdiyah) bilang rahim saya enggak diangkat, saya bilang. Diangkat rahim ibu katanya," sambung Mimi. 

Mimi pun kembali ke rumahnya. Mendengar hal itu, keluarga pun mendatangi kembali RS Muhammdiyah pada hari Selasa (21/4) sekitar pukul 11.30 WIB. 

Mimi menjelaskan, dirinya mengakui kalau dokter melakukan operasi pengangkatan rahim tanpa persetujuan pihak keluarga maupun dirinya. 

"Saat mereka meminta persetujuan itu, mereka tidak menyuruh membaca. Minta langsung tanda tangan aja. Pokoknya enggak sempat disuruh baca. Anak saya enggak disuruh baca. Iya (tanpa pemberitahuan kepada keluarga). Tanpa menyuruh baca dulu, surat persetujuan, langsung tanda tangan. Kita kan emang enggak ngerti, apalagi anak saya. Mungkin pas itu, entah urgent atau gimana jadi dia tanda tangan, enggak disuruh baca karena mau cepat," jelasnya. 

Kini, ia bersama keluarganya mengambil langkah hukum untuk menuntut perbuatan rumah Sakit Muhammadiyah.

(Cr5/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved