Sumut Terkini

Video Dugaan Malpraktik Pengangkatan Rahim di RS Muhammadiyah Viral, Ini Kata Dinkes Sumut 

Dalam video seorang wanita  parubaya terlihat marah-marah  dengan pihak rumah sakit lantaran diduga melakukan malpraktik. 

|
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
IST
Screenshot video yang memperlihatkan seorang wanita terbaring lemas di atas tempat tidur diduga akibat malpraktik di rumah Sakit Muhammadiyah Sumut. Dinkes Sumut sebut masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. 

"Dari Januari di konsultasi pertama, keluarga berpikir keluarga tidak bersedia untuk dilakukan operasi segera. Itu bagian dari edukasi yang sudah dilakukan oleh dokter bahwa terhadap apa yang diderita oleh pasien itu tidak semata-mata karena Miom biasa, tapi memang harus dilakukan operasi segera. Tapi pada Januari, keluarga tidak bersedia," Terangnya.

Ibrahim menuturkan, pada bulan Februari dilakukan operasi pengangkatan rahim dengan persetujuan pihak keluarga dan keluarga menyetujuinya. 

"Makanya di Bulan Februari, satu bulan ke depan baru mereka datang dengan menyetujui. Karena mereka sudah setuju baru diagendakan untuk dilakukan operasi sekitar tanggal 20 Februari," ujar Ibrahim. 

Ibrahim menjelaskan, pasca operasi yang menyebabkan infeksi nanah pada perut Mimi, pihaknya sudah melakukan upaya pengobatan dan tindakan medis. 

"Semua apa yang dikeluhkan, apa yang disampaikan, tidak ada yang tidak kita tangani, tidak ada yang kita abaikan. Bahwa terhadap keluhan pasca operasi itu kan sudah dilakukan secara standar baik, misalnya pembersihan kemudian penggantian perban dan lain-lain," ucapnya 

Ibrahim mengatakan, pihak RS akan memahami somasi yang diajukan oleh keluarga dan akan membutuhkan informasi lebih peristiwa yang sebenarnya terjadi. 

"Dalam beberapa hari ke depan kami akan memberikan tanggapan secara resmi atas somasi yang disampaikan. Jadi kalau rumah sakit secara tindakan medisnya tidak ada yang diabaikan, tidak ada yang tidak dilakukan secara medis," jelasnya.

Diketahui, pasien bernama Mimi Maisyah (48 tahun) diduga menjadi korban malapraktik pengangkatan rahim tanpa persetujuan pihak keluarga oleh Rumah Sakit (RS) Muhammdiyah Sumatera Utara. 

Kejadian bermula saat Mimi Maisyah mengalami rasa sakit dan diperiksa oleh klinik Citra Bakti sebanyak dua kali pemeriksaan. Kemudian, klinik tersebut menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit, karena klinik itu tidak memiliki dokter spesialis. 

Lalu, Mimi dirujuk ke RS Muhammdiyah Sumut untuk melakukan penanganan medis lebih lanjut. Ia pun didiagnosa  pada 13 Januari 2026, mengidap penyakit Miom (Mioma Uteri), penyakit daging tumbuh di dinding rahim. Mimi pun diberi obat. 

Sebulan kemudian, pada tanggal 13 Februari 2026, Mimi kembali datang ke RS Muhammdiyah untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi karena di area rahim Mimi keluar cairan yang cukup banyak. 

Mimi pun melakukan operasi pengangkatan Miom tersebut pada tanggal 20 Februari 2026. Operasinya berjalan selama 3,5 jam. Miom pun diangkat dan ditunjukkan kepada keluarga. 

Kemudian, pada tanggal 26 Februari 2026, muncul infeksi nanah pada bekas jahitan dari operasi pada perut Mimi. Ia pun kembali datang ke RS Muhammdiyah untuk mempertanyakan infeksinya.

Mimi pun dilakukan perawatan selama 5 hari di RS Muhammdiyah lagi. 

Infeksi nanah yang dialami Mimi tak kunjung membaik. Ia pun kembali datang ke RS Muhammdiyah pada tanggal 13 April 2026. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved