Tawarkan KEK Sei Mangkei dan BRT ke Jepang, PT Hankyu Hanshin Fokus pada Properti dan Residensial
Provinsi Sumut memiliki banyak potensi investasi, seperti sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, pendidikan, kesehatan hingga sumber daya mineral,
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menawarkan sejumlah peluang investasi kepada investor asal Jepang.
Diantaranya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dan pengembangan transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT). Investasi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sulaiman Harahap saat menerima kunjungan pimpinan PT Hankyu Hanshin di ruang Kantor Gubernur Sumut, Jumat (27/3/2026).
“KEK Sei Mangkei merupakan kawasan industri terpadu. Bapak-bapak dan ibu bisa melihat apa saja investasi yang pas, sekaligus bisa mendapatkan informasi yang akurat tentang investasi apa saja di kawasan itu,” kata Sulaiman.
Menurut Sulaiman, Provinsi Sumut memiliki banyak potensi investasi, seperti sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, pendidikan, kesehatan hingga sumber daya mineral, baik yang sudah ada mau pun terbarukan.
Baca juga: Jumlah Investor Tembus 22,9 Juta, Ini Tips BEI Sumut dalam Menentukan Strategi Investasi Rutin
Namun, lanjutnya pembangunan daerah tidak dapat dilakukan sendiri dan memerlukan kolaborasi dengan para investor.
“Kami menyambut baik kedatangan PT Hankyu Hanshin di Sumut. Harapannya PT Hankyu Hanshin bisa mengembangkan investasinya yang sudah ada di Sumut, bukan hanya di sektor properti dan residensial saja,” ujarnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut Nurbaiti Harahap menambahkan, saat ini investasi di Sumut masih didominasi investor asal Malaysia dan Singapura. Ia berharap PT Hankyu Hanshin dapat memperluas investasi ke sektor industri, khususnya di KEK Sei Mangkei.
“Sudah ada 25 perusahaan yang berdiri di KEK Sei Mangkei. Unilever adalah perusahaan dengan investasi terbesar di sana. Rencananya ada dua perusahaan Jepang yang juga menyusul dan sedang dalam tahap pembangunan,” katanya.
Selain KEK Sei Mangkei, Nurbaiti juga menawarkan peluang investasi di sektor transportasi, seiring pengembangan transportasi massal BRT di Sumut.
Sementara itu, President Director PT Hankyu Hanshin Takeda Takashi mengatakan, selama ini investasi perusahaan diarahkan ke kota-kota yang memiliki potensi besar. PT Hankyu Hanshin, kata dia, selama ini fokus pada sektor properti dan residensial.
PT Hankyu Hanshin memiliki investasi di delapan negara, dengan sekitar 50 persen berada di Indonesia. Nilai investasinya di Indonesia mencapai hampir Rp 15 triliun. Ia juga menjelaskan bahwa perusahaan tersebut awalnya bergerak di sektor transportasi.
“Jadi di Jepang itu awalnya adalah perusahaan yang bergerak di sektor transportasi, BRT, LRT, dan lainnya. Kalau ada transportasi maka ada terminal dan mal, begitu juga ada kawasan hunian yang semuanya terkoneksi,” jelasnya.
Singapura Mendominasi
Koordinator Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut Damar Wulan sebelumnya mengatakan, realisasi investasi di Sumut beberapa tahun belakangan terus mengalami peningkatan.
| Pemko Siantar Usulkan Perda Kemudahan Berinvestasi |
|
|---|
| Targetkan Rp 100 Triliun, Realisasi Investasi Masih Mencapai Rp 42,3 Triliun |
|
|---|
| Bobby Targetkan Investasi Rp 100 Triliun, Dukung Peningkatan Ekonomi dari Pemerintah Pusat |
|
|---|
| Sekda Minta Permudah Izin Investasi, Jumlah Investasi Masuk ke Sumut 27.358 Proyek |
|
|---|
| Investasi Masuk ke Sumut 2025 Capai 27.358 Proyek, Sekda Minta DPMPTSP Permudah Izin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pj-Sekretaris-Daerah-Provinsi-Sumatera-Utara-Sulaiman-Harahap-menerima-kunjungan-1.jpg)