Sumut Terkini

Jumlah Investor Tembus 22,9 Juta, Ini Tips BEI Sumut dalam Menentukan Strategi Investasi Rutin

Pendekatan tersebut dinilai menjadi kunci utama dalam membangun hasil investasi yang optimal dalam jangka panjang.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
Pinterest/Abanop ramzy
PERGERAKAN SAHAM- Ilustrasi seorang pria tengah memantau pergerakan saham yang fluktuatif di layar monitor. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengingatkan masyarakat untuk menanamkan prinsip konsistensi dan disiplin dalam berinvestasi di pasar modal. 

Pendekatan tersebut dinilai menjadi kunci utama dalam membangun hasil investasi yang optimal dalam jangka panjang.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Sumatera Utara, M. Pintor Nasution, mengatakan investasi tidak semata berorientasi pada keuntungan cepat, tetapi pada komitmen menyisihkan dana secara rutin dan terencana.

Menurutnya, di tengah dinamika pergerakan pasar modal, strategi spekulatif maupun trading jangka pendek masih banyak diminati, terutama oleh investor ritel baru. 

Padahal, keputusan investasi yang diambil hanya berdasarkan sentimen sesaat berpotensi menimbulkan risiko yang lebih tinggi.

“Investasi di pasar modal ibarat menyusun batu bata satu per satu. Mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan secara konsisten akan membentuk fondasi yang kuat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masyarakat sebenarnya dapat memulai investasi dari nominal kecil selama dilakukan secara rutin. Dalam proses tersebut, faktor waktu dan disiplin menjadi kekuatan utama dalam membangun hasil yang lebih optimal.

Pintor menambahkan, pendekatan tersebut sejalan dengan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu metode menyisihkan dana dalam jumlah yang sama secara berkala tanpa terlalu terpengaruh fluktuasi harga pasar. 

Strategi ini dinilai membantu investor lebih tenang menghadapi volatilitas sekaligus membentuk harga rata-rata pembelian yang lebih stabil dalam jangka panjang.

Selain itu, kebiasaan berinvestasi secara rutin juga dapat melatih disiplin finansial. Saat ini, berbagai platform sekuritas dan perbankan telah menyediakan fasilitas auto-debet yang memungkinkan investasi berjalan otomatis setiap bulan tanpa harus terus memantau pergerakan pasar.

Ia juga menilai strategi investasi rutin membuat pasar modal semakin inklusif. Masyarakat tidak perlu menunggu memiliki dana besar untuk memulai, karena dengan nominal relatif terjangkau, seperti ratusan ribu rupiah, investor sudah dapat berpartisipasi melalui produk seperti reksa dana maupun Exchange Traded Fund (ETF).

Pesan mengenai pentingnya konsistensi ini dinilai sangat relevan bagi generasi muda yang kini semakin aktif berinvestasi. 

Investor diharapkan tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan instan, melainkan fokus membangun aset secara bertahap dan terencana.

Dengan memulai lebih awal serta menjaga konsistensi, investor berpeluang merasakan manfaat efek bunga berbunga atau compounding dalam jangka panjang, yang menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan finansial yang lebih stabil.

Sementara itu, minat masyarakat terhadap pasar modal Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved