Sumut Terkini
Kisah di Balik Pengungkapan Tambang Emas Tapsel-Madina, Dansat Brimob dan Personel Jalan Kaki 12 Jam
Tim gabungan Sat Brimob Polda Sumut, dan Ditreskrimsus menggerebek tambang emas ilegal yang berada di perbatasan Kabupaten Tapsel.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim gabungan Sat Brimob Polda Sumut, dan Ditreskrimsus menggerebek tambang emas ilegal yang berada di perbatasan Kabupaten Tapanuli Tengah dan Mandailing Natal, Senin (2/3/2026) kemarin.
Dalam penindakan, sebanyak 17 orang turut diamankan karena diduga terlibat langsung.
Kemudian, sebanyak 14 alat berat diamankan, dengan rincian 12 diamankan di lokasi tambang, dan 2 lagi ketika dalam perjalanan.
Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Rantau Isnur Eka mengungkap cerita dibalik pengungkapan ini, yaitu ia bersama anggotanya dan tim Ditreskrimsus berjalan kaki kurang lebih selama 12 jam.
Ia menceritakan, pada Minggu malam sebelum ke lokasi memetakan dulu lokasi tambang yang berada di perbukitan, melewati hutan.
Pada Senin 2 Maret dinihari, mereka membagi ratusan personel menjadi 3 tim.
Tim pertama, bergerak ke lokasi menggunakan sepeda motor.
Mereka tiba di lokasi setelah berkendara selama 3 dan 4 jam.
Polisi bermotor inilah yang pertama kali tiba, dan menangkap pekerja tambang pada waktu Subuh.
Mereka mengejar penambang emas yang berusaha kabur membawa alat berat ekskavator dengan cara menyeberang sungai.
Dansat Brimob berada di tim kedua, bersama personel bersenjata lengkap.
Mereka tim yang berjalan kaki sejak Minggu dinihari, selama 12 jam.
Ia dan personel lainnya jalan kaki ke area hutan tanpa sinyal telepon, maupun jaringan radio.
Perjalanan kaki dilakukan karena akses ke lokasi tidak bisa dilalui mobil.
Begitu juga dengan sepeda motor, Medan sangat sulit.
Tambang Emas Ilegal di Tapsel
Tambang Emas Ilegal di Madina
tambang emas ilegal
Tapanuli Selatan
Madina
| Polda Lengkapi Petunjuk Usai 4 Kali Dibolak-balik Kasus Penahanan Sertifikat Agunan di Bank Sumut |
|
|---|
| Mendagri Tito Sentil 44 Bupati soal Bencana di Sumatera: Kalau Gak Tahu, Tanya Pak Gus Irawan |
|
|---|
| Kecelakaan Tragis di Parapat, Praktisi Hukum Sebut Negara Bisa Digugat Lewat Citizen Law Suit |
|
|---|
| Saat Warga Batangtoru Bertemu Menteri Maruarar, Ditanya Pembangunan Huntap Sudah Sesuai Ekspektasi |
|
|---|
| Gelapkan Uang Gereja Rp 28 Miliar, Eks Pejabat Bank Aek Nabara Diduga Kabur ke Australia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Dansat-Brimob-Polda-Sumut-Kombes-Rantau-Isnur-Eka-ketika-diwawancarai-1.jpg)