Sumut Terkini

Kapolda Sumut Minta Warga Lapor Kalau Ada Polisi Main Narkoba Hingga Terima Setoran dari Bandar

Jenderal bintang dua yang lama bertugas di Papua ini mengatakan, sanksi anggota bisa dipecat apabila terbukti terlibat.

|
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso
Momen Kapolda Sumut dan beberapa pejabat utama lainnya melakukan konferensi pers pengungkapan narkoba di 2 bulan terakhir, terhitung Januari sampai bulan Februari, Selasa (24/2/2025). Sebanyak 179 Kg Sabu, dan 1.118 tersangka ditangkap. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto menyatakan akan menindak tegas anggotanya apabila terlibat narkoba.

Jenderal bintang dua yang lama bertugas di Papua ini mengatakan, sanksi anggota bisa dipecat apabila terbukti terlibat.

Ia menyebut ucapannya bisa dibuktikan, karena pada tahun 2025 saja, sebanyak 61 personel Polisi dipecat.

Sehingga ia memastikan, setiap anggota terlibat pelanggaran berat bakal diberikan sanksi.

Untuk itu, Whisnu meminta masyarakat tak segan melaporkan apabila ada personel Polisi terlibat peredaran narkoba.

Begitu juga, apabila mendapat informasi personel menerima setoran dari bandar narkoba.

Laporan bisa langsung ke Bid Propam Polda Sumut, Itwasda, ataupun melalui platform yang tersedia.

"Saya sudah tekankan, saya tekankan, tidak ada lagi para pelaku pengedar narkoba ini berkolaborasi dengan aparat kepolisian, anggota kami.

Kalau nanti ada rekan-rekan sekalian yang mengetahui ada aparat dari kami, kepolisian, yang masih bermain-main dengan narkoba, silakan laporkan,"kata Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto, Selasa (24/2/2026).

Sedangkan untuk personel yang bekerja keras, profesional, Kapolda tak segan-segan memberikan penghargaan untuk pendidikan, hingga diberi jabatan.

Dia menyebut banyak juga personel Polisi yang diberi penghargaan, hingga akhirnya bisa ikut sekolah perwira, dan menduduki posisi strategis.

"Berapa banyak anggota-anggota narkoba yang saya berikan reward untuk sekolah. Berapa banyak anggota-anggota saya yang dari narkoba masuk jadi pejabat-pejabat di lingkungan Reserse, lingkungan Kapolsek, lingkungan yang baik."

Selain menyatakan komitmen memberantas narkoba, ia juga menekankan perlunya merubah budaya dan kultur yang sudah lama melekat di Polda Sumut.

Ia menceritakan ketika awal-awal menjabat sebagai Kapolda Sumut pada Agustus 2024 lalu banyak istilah buruk yang melekat.

Contohnya singkatan Sumut, biasa memiliki kepanjangan Semua Urusan Menggunakan Uang Tunai.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved