Sumut Terkini
Satpamnya Diduga Diancam Oknum Jaksa Pakai Pistol, Perusahaan Minta Polda Sumut Jadikan Atensi
Diketahui, kasus ini sendiri sudah dilaporkan ke Polda Sumut sehingga perusahaan meminta kepada Polda Sumut untuk memberikan atensi lebih.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Kasus adanya dugaan oknum Jaksa yang melakukan pengancaman dengan todongan pistol kepada seorang Satpam, dikecam keras perusahaan yang menaungi Satpam tersebut.
Diketahui, kasus ini sendiri sudah dilaporkan ke Polda Sumut sehingga perusahaan meminta kepada Polda Sumut untuk memberikan atensi lebih.
Diketahui, kasus ini bermula adanya seorang Satpam yang tengah bertugas di komplek pergudangan di kawasan Kecamatan Amplas bernama Ayutullah Komeni Pulungan didatangi oknum Jaksa berinisial EMN pada Minggu (15/3/2026) lalu.
Saat itu, belum diketahui latar belakang yang jelas oknum Jaksa tersebut terlibat cekcok dengan Ayatullah dan sempat mengacungkan benda mirip pistol.
Melihat kasus ini, pihak perusahaan yang menaungi Ayatullah yakni dari PT Glegar Gaga Gemilang meminta kepada Kapolda Sumut dan jajadan khusunya dari Dirreskrimum agar memberikan atensi lebih kasus ini.
Sebagai bentuk dukungan, pihak perusahaan yang diwakili oleh Manager Operasional mendatangi Polda Sumut untuk menyatakan sikap.
"Kedatangan kami ke sini (Polda) untuk mempertanyakan laporan kami yang kemarin terkait follow-up kasus tersebut yang dialami oleh salah satu Satpam kami," ujar Manager Operasional PT Glegar Gaga Gemilang, Arif, Senin (6/4/2026).
Dijelaskan Arif, pihaknya sangat menyesalkan dan mengecam adanya dugaan tindakan pengancaman dan penodongan yang dilakukan oleh oknum jaksa atas inisial EMN terhadap salah satu pegawainya tersebut.
Dirinya menjelaskan, saat peristiwa tersebut terjadi karyawannya sedang bertugas melakukan penjagaan di Kompleks Bisnis Warehouse SM Raja, di kawasan Kecamatan Medan Amplas.
Terlebih, sebagaimana dalam tugas dan fungsinya Satpam memiliki proses pembinaan dari kepolisian, sehingga Arif menjelaskan pihaknya meminta dukungan dari Polda Sumut agar segera mengusut kasus ini.
Dimana, dikatakan Arif setelah karyawannya tersebut mendapatkan dugaan pengancaman menggunakan pistol kondisi korban kini mengalami trauma.
"Kami harap kepada bapak Kapolda agar memprioritaskan keselamatan keamanan Satpam kami. Karena kondisi Satpam kami merasa terancam," katanya.
Dikatakan Arif, selain mengalami trauma pascakejadian tersebut Ayatullah juga kini meras semakin terancam.
Pasalnya, karyawannya itu sempat beberapa kali mendapatkan telfon dari nomor yang tak dikenal.
"Pengakuannya ada teror karena beberapa kali masuk telfon dari orang tak dikenal, yang melakukan pengancaman dan meminta laporannya dicabut," ucapnya.
Polda Sumut
| Resmikan Pendaftaran Bisnis Sistem SDGs, Pemprov Sumut Sebut Pertama di Indonesia |
|
|---|
| Polres Padangsidimpuan Kalah Prapid, Anggota DPRD Saripah Lubis Bebas |
|
|---|
| Bongkar Rumah Warga dan Curi Uang Rp 110 Juta, Pria 57 Tahun di Langkat Diringkus Polisi |
|
|---|
| Hoiruddin Hasibuan Terpilih Aklamasi, PAPPSI Siap Gas Transformasi Tabagsel |
|
|---|
| Kajari Karo dan Tiga Jaksa Diperiksa Kejagung terkait Kasus Amsal Sitepu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/JAKSA-ANCAM-SATPAM-Perwakilan-perusahaan-Satpam.jpg)