Ramadan 2026

Berikut Lokasi Pemantauan Hilal di Sumut untuk Penentuan Awal Ramadan 2026

Kemenag menetapkan sebanyak 96 titik pemantauan hilal (rukyatul hilal) secara nasional untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah.

|
TRIBUN MEDAN/HUSNA
HILAL RAMADAN - Pemantauan Hilal di OIF UMSU, penentuan 1 Ramadan beberapa waktu lalu. Di Sumatera Utara, pemantauan dilakukan di dua lokasi, yakni di Kota Medan dan Kabupaten Tapanuli Tengah. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan sebanyak 96 titik pemantauan hilal (rukyatul hilal) secara nasional untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Di Sumatera Utara, pemantauan dilakukan di dua lokasi, yakni di Kota Medan dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Untuk wilayah Medan, pemantauan hilal dipusatkan di Observatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Sementara satu titik lainnya berada di kawasan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kepala Tim (Katim) Humas, Komunikasi Publik, Data, dan Informasi, Imam Mukhair, menyampaikan bahwa tahun ini pemantauan hilal tidak dilakukan di Anjungan Kantor Gubernur Sumatera Utara.

“Untuk tahun ini tidak dilakukan di Anjungan Kantor Gubernur karena efisiensi,” ujarnya.

Di OIF UMSU yang berada di lantai 7 Gedung Pascasarjana UMSU, Jalan Panglima Denai, tim rukyat telah menyiapkan sejumlah peralatan pemantauan, di antaranya tiga teleskop jenis Bresser AR152, Bresser AR152S, dan William Optic FPL53, serta teropong binokular 70x10 guna mendukung akurasi pengamatan.

Sementara itu, berdasarkan perhitungan hisab BMKG, posisi hilal di Medan pada Selasa (17/2/2026) diprediksi berada pada ketinggian minus 1,02 derajat dengan sudut elongasi antara 1,25 hingga 1,53 derajat. Dengan posisi tersebut, hilal secara astronomis diperkirakan belum dapat terlihat karena masih berada di bawah ufuk.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan perbedaan awal Ramadan. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Sementara itu, pemerintah bersama Nahdlatul Ulama berpotensi menetapkan awal Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026, karena posisi hilal pada 17 Februari belum memenuhi kriteria MABIMS, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat, sehingga bulan Syaban berpeluang digenapkan menjadi 30 hari.

Keputusan resmi pemerintah terkait penetapan awal Ramadan akan diumumkan setelah pelaksanaan Sidang Isbat pada Selasa malam.

(cr26/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved