Ramadan 2026
Sejarah Masjid Al-Ghaudiyah Medan yang Namanya Diambil dari Perkampungan di Negara Iran
Provinsi Sumatera Utara terkenal dengan berbagai toleransi agama yang tinggi.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Provinsi Sumatera Utara terkenal dengan berbagai toleransi agama yang tinggi.
Hal tersebut terlihat dari adanya berbagai macam kepercayaan yang ada di Provinsi Sumut.
Tentunya dengan macam keberagaman budaya dan agam, ada banyak jenis tempat ibadah khususnya di Kota Medan.
Misalnya Masjid Al-Ghaudiyah yang terletak di Jalan KH Zainul Arifin Kota Medan ini. Amatan Tribun Medan, masjid ini berada diantara ruko-ruko yang berjejer di area yang dikenal warga dengan sebutan Kampung Madras ini.
Dari tampak depan, hanya ada satu Gapura masjid yang menandakan bangunan tersebut merupakan tempat ibadah umat muslim.
Meski berdiri diantara ruko-ruko, masjid Al-Ghaudiyah ini ada dua lantai dan bentuk bangunannya memanjang ke belakang.
Selain itu di area belakang masjid ini, terdapat tempat pemakaman perintis muslim india di Kora Medan. Pemakaman ini konon katanya, dikhususkan untuk umat muslim India Kota Medan.
Dari segi bangunan, masjid Ghaudiyah yang dikenal dengan masjid India ini tampak sederhana. Kaligrafi yang ada dalam masjid tersebut pun tidak banyak.
Hanya ada satu tempat khusus untuk imam, dan satu tempat khutbah dalam masjid tersebut. Selebihnya, bangunan yang didominasi cat berwarna kuning ini hanya memanjang ke belakang.
Untuk tempat wudhu, baik laik-laki maupun perempuan pun cukup sederhana layaknya di masjid-masjid pada umumnya.
Dalam masjid tersebut hanya ada belasan tiang bangunan dan beberapa jendela di sisi kanan dengan lantai masjid yang sudah di keramik.
Ketua Yayasan The South India Moslem Mosque & Walfare Commite Muhammad Sidik Saleh mengatakan, masjid ini berdiri sejak tahun 1887.Masjid ini berdiri setelah 20 tahun masjid Jami' di Jalan Taruma.
Menurutnya, yang mendirikan masjid Al-Ghaudiyah ini dulunya adalah para anggota komunitas muslim India.
Sidik mengatakan, pertama kali nama masjid ini sebenarnya Al-Chaudiyah. Namun, karena orang Medan selalu menyebutnya Al-Ghaudiyah, makanya, nama Masjid tersebut sudah puluhan tahun berubah menjadi Al-Ghaudiyah.
"Nama masjid ini dibuat oleh para kakek-kakek kami dulu. Al-Chaudiyah itu merupakan nama perkampungan yang berada di negara Iran. Di Iran, kampung itu terkenal masyarakatnya muslimnya cukup bagus dan mayoritas di tempati oleh orang-orang India," terangnya.
| Selama Ramadan, Polrestabes Medan Catat Angka Kriminal Jalanan Turun 14 Persen |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah 28 Ramadan 2026 Kota Medan: Waktu Sahur dan Buka Puasa 18 Maret 2026 |
|
|---|
| Jadwal Sidang Isbat Menetapkan 1 Syawal Idul Fitri 1447 H, Disiarkan Langsung Kementerian Agama |
|
|---|
| Kisah Hidup Eko Sopianto, Tobat dari Dunia Hitam dan Kini Miliki Sekolah Gratis |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah 27 Ramadan 2026 Kota Medan: Waktu Sahur dan Buka Puasa 17 Maret 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kubah-Masjid-Al-Ghaudiyah-Medan-diantara-ruko-ruko-di-Jalan-KH-Zainul-Arifin.jpg)