Ramadan 2026

Sejarah Masjid Al-Ghaudiyah Medan yang Namanya Diambil dari Perkampungan di Negara Iran

Provinsi Sumatera Utara terkenal dengan berbagai toleransi agama yang tinggi.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
MASJID AL-GHAUDIYAH - Kubah Masjid Al-Ghaudiyah Medan diantara ruko-ruko di Jalan KH Zainul Arifin Medan, Selasa (17/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Provinsi Sumatera Utara terkenal dengan berbagai toleransi agama yang tinggi.

Hal tersebut terlihat dari adanya berbagai macam kepercayaan yang ada di Provinsi Sumut.

Tentunya dengan macam keberagaman budaya dan agam, ada banyak  jenis tempat ibadah khususnya di Kota Medan.

Misalnya Masjid Al-Ghaudiyah yang terletak di Jalan KH Zainul Arifin Kota Medan ini.  Amatan Tribun Medan, masjid ini berada  diantara ruko-ruko yang berjejer di  area yang dikenal warga dengan sebutan Kampung Madras ini. 

Dari tampak depan, hanya ada satu Gapura masjid yang menandakan bangunan tersebut merupakan tempat ibadah umat muslim.

Meski berdiri diantara ruko-ruko, masjid Al-Ghaudiyah ini ada dua lantai dan bentuk  bangunannya memanjang ke belakang.  

Selain itu di area belakang  masjid ini,  terdapat tempat pemakaman perintis  muslim india di Kora Medan.  Pemakaman ini konon katanya,  dikhususkan untuk umat muslim India  Kota Medan.

Dari segi bangunan, masjid Ghaudiyah yang dikenal dengan masjid India ini tampak  sederhana. Kaligrafi yang ada dalam masjid tersebut pun tidak banyak. 

Hanya ada satu tempat  khusus untuk imam, dan satu tempat khutbah dalam masjid tersebut. Selebihnya, bangunan yang didominasi cat berwarna kuning ini hanya memanjang ke belakang.

Untuk tempat wudhu, baik laik-laki maupun perempuan  pun cukup sederhana layaknya di masjid-masjid pada umumnya. 

Dalam masjid tersebut hanya ada belasan tiang bangunan dan beberapa jendela di sisi kanan dengan lantai masjid yang sudah di keramik.

Ketua Yayasan The South India Moslem Mosque & Walfare Commite Muhammad Sidik Saleh mengatakan, masjid ini berdiri sejak tahun 1887.Masjid ini berdiri setelah  20 tahun masjid Jami' di Jalan Taruma.

Menurutnya, yang mendirikan masjid  Al-Ghaudiyah ini dulunya adalah   para anggota komunitas  muslim India.

Sidik mengatakan,  pertama kali nama masjid ini sebenarnya Al-Chaudiyah.  Namun, karena orang Medan selalu menyebutnya Al-Ghaudiyah, makanya, nama Masjid tersebut sudah puluhan tahun berubah menjadi Al-Ghaudiyah.

"Nama masjid ini dibuat oleh para kakek-kakek kami dulu.  Al-Chaudiyah itu  merupakan nama perkampungan yang berada di negara Iran.  Di Iran, kampung itu terkenal masyarakatnya muslimnya cukup bagus dan mayoritas di tempati oleh orang-orang India," terangnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved