Sumut Terkini

Pesta Tapai, Jejak Sejarah Perdagangan di Kabupaten Batubara

Jejak sejarah peradaban dan perdagangan masih terjaga di Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara .

TRIBUN MEDAN/Alif Al Qadri Harahap
PESTA TAPAI - Pesta Tapai di Jalan Perintis Kemerdekaan, Dusun Pesta Tapai, Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, Sabtu (6/2/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, LIMAPULUH - Jejak sejarah peradaban dan perdagangan masih terjaga di Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara melalui tradisi tahunan Pesta Tapai.

Tradisi yang terus terjaga hingga saat ini dilakukan untuk menyambut menyambut bulan Ramadhan. Terlebih, saat ini pesta tapai didukung penuh oleh pemerintah Kabupaten Batubara.

Satu bulan penuh, sepanjang jalan di Dusun Pesta Tapai, Desa Dahari Selebar, dipenuhi oleh pedagang kaki lima.

Mulai dari tapai, lemang, hingga makanan tradisional lainnya di jajakan masyarakat sekitar untuk menambah pendapatannya jelang Ramadhan.

Dalam sejarah pesta tapai, pertama kali dilakukan pada masa kesultanan,dimana ide menjual tapai ini bermula dari saudagar yang datang dari luar daerah ke Pesisir Batubara menjajakan hewan ternak.

Namun, selama proses dagang, para saudagar meminta kepada masyarakat untuk menyediakan cemilan dan makanan yang bisa disantap selama proses tawar menawar.

Pemotongan sapi dan kerbau ini dilakukan sebagai tradisi mogang atau megang untuk menyambut bulan ramadhan. Hasil masakan megang akan disajikan sebagai lauk sahur maupun berbuka puasa.

Proses pemotongan hingga masak yang dilakukan di Desa Dahari Selebar itu memakan waktu, sehingga para saudagar yang menjajakan hewan ternaknya meminta kepada masyarakat untuk menyediakan cemilan.

Masyarakat akhirnya membuat menu sederhana dengan membakar lemang pulut di temanintapai ketan hitam untuk disantap bersama.

Tak disangka, makanan sederhana ini digemari oleh para saudagar hingga setiap tahun menjadi santapan yang selalu dicari.

Akibatnya, masyarakat berlomba-lomba membuat tapai untuk dijajakan kepada para saudagar hingga tradisi itu terus dijaga hingga saat ini.

*Membantu Perekonomian Masyarakat*

Masyarakat merasa pesta tahunan ini menjadi ajang mencari tambahan perekonomian menjelang Ramadhan. Terlebih, pada bulan Ramadhan lonjakan harga sembako sering terjadi.

Seperti Muhammad Yasir, pedagang lemang mengaku selalu memanfaatkan momen ini untuk menambah pundi-pundi rupiah.

"Saya jual lemang, ini setiap tahun diadakan. Biasanya, dua Minggu sebelum bulan Ramadhan diadakan pesta tapai. Kalau dalam muslim, dia di bulan Syaban dibuat," ujar pria yang akrab disapa Unai ini, Sabtu (7/2/2025).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved