Sumut Terkini

KRONOLOGI Kecelakaan Kereta Api di Tebingtinggi Menewaskan 9 Orang, Lokasi Perlintasan Memang Rawan

jalan umum yang ada di titik tersebut menikung dan memiliki jarak pandang yang terbatas karena terhalang tanaman umbi-umbian.

|
DOK RAILINK
KERETA API- Petugas PT Railink bersiap melakukan pemeriksaan dan pengamanan jalur di Stasiun Medan, Minggu (5/10/2025). PT Railink kembali mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur maupun di sekitar rel kereta api demi keselamatan bersama. 

Ringkasan Berita:- Kereta Api Sribilah Utama yang datang dari arah Stasiun Rantauprapat menghantam sebuah minibus Avanza
Minibus tiba-tiba muncul dari arah samping melintas di lokasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu tanpa sempat berhenti
Sebelum melintas masinis KA Sribilah Utama sudah membunyikan suling lokomotif berulang kali.

 

TRIBUN-MEDAN.com - Simak kronologi kecelakaan Kereta Api di Tebinggtinggi yang menewaskan delapan orang.

Peristiwa itu terjadi di Sektor V Jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi atau biasa disebut Sektor 5 Paya Pinang.

Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 19.58 WIB, Kereta Api Sribilah Utama yang datang dari arah Stasiun Rantauprapat menghantam sebuah minibus Avanza.

Hingga berita ini diturunkan ada delapan penumpang dikabarkan meninggal dunia merupakan asal Delitua. 

Namun, setelah polisi melakukan penanganan, korban yang tewas sembilan orang hingga Kamis (22/1/2026). Korban dibawa ke RS Bhayangkara Tebingtinggi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat di sekitar lokasi, sebelum melintas masinis KA Sribilah Utama sudah membunyikan suling lokomotif berulang kali.

Minibus tiba-tiba muncul dari arah samping melintas di lokasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu tanpa sempat berhenti, diduga sopir tidak sempat menengok ke kanan dan kiri, sehingga insiden tidak terhindarkan. 

“Dampak atas kejadian tersebut membuat lokomotif dari KA Sribilah Utama mengalami kerusakan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan sehingga harus dikirim lokomotif penolong dari Stasiun Tebingtinggi," kata Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo.

"Kondisi masinis, para kru yang bertugas termasuk para penumpang KA Sribilah Utama selamat dan tidak mengalami luka-luka,” ungkap Anwar.

LAKALANTAS KERETA API - Penampakan Perlintasan KA Tanpa Palang di Sektor V Payapinang, Tebingtinggi. Kereta Api Sribilah Utama yang datang dari arah Stasiun Rantauprapat menghantam sebuah minibus Avanza, Rabu (21/1/2026).
LAKALANTAS KERETA API - Penampakan Perlintasan KA Tanpa Palang di Sektor V Payapinang, Tebingtinggi. Kereta Api Sribilah Utama yang datang dari arah Stasiun Rantauprapat menghantam sebuah minibus Avanza, Rabu (21/1/2026). (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

Lokasi Memang Rawan Kecelakaan

Menurut warga setempat, Lokasi Sektor V Jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, memang sangat membutuhkan palang pintu perlintasan kereta api.

Sebab, jalan umum yang ada di titik tersebut menikung dan memiliki jarak pandang yang terbatas karena terhalang tanaman umbi-umbian.

"Ini jalannya menikung dan setelah masuk tikungan ketemu rel perlintasan kereta api. Saat tanaman ubi di kiri kanannya tinggi, itu sopir biasanya nggak sadar kalau ada kereta api akan melintas," kata Eri, warga setempat. 

Selain itu, kata Eri, lokasi perlintasan yang sepi permukiman membuat banyak warga tidak mengingatkan kendaraan yang melintas untuk lebih berhati-hati. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved