Banjir dan Longsor di Sumut
15 Daerah Ajukan SK Pembangunan Rumah untuk Korban Bencana, Gubsu Bobby: Diproses Hari Ini
Pihaknya akan memproses dan segera menerbitkan SK pengajuan rumah terdampak bencana banjir dan longsor.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan, dari 19 daerah, ada 15 kabupaten/kota yang telah mengajukan penerbitan Surat Keputusan (SK) pembangunan rumah korban bencana banjir dan longsor ke pemerintah Provinsi.
Dirincikan Bobby Nasution, dua daerah masih dalam proses pengajuan yaitu Kabupaten Tebingtinggi dan Kota Medan, kemudian dua daerah lainnya yakni Kabupaten Asahan dan Batubara, tidak mengajukan pembangunan rumah utuk korban banjir dan longsor yang terjadi 25 November 2025 lalu.
Bobby Nasution mengatakan, pihaknya akan memproses dan segera menerbitkan SK pengajuan rumah terdampak bencana banjir dan longsor.
“Kami akan menerbitkan SK Gubernur hari ini untuk mempercepat penyaluran bantuan ke masyarakat, sisanya akan disempurnakan, karena menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) data boleh diperbaiki ke depannya,” ucapnya saat Rakor Pendataan Pascabencana secara virtual dengan Kemendagri, Selasa (6/1/2026).
Percepatan penerbitan SK ini satu diantaranya agar masyarakat yang tinggal di pengungsian akan berkurang, terutama untuk yang kondisi rumahnya rusak ringan dan sedang.
“Masyarakat kita ingin kembali ke rumah, membersihkan rumah mereka, kembali beraktivitas butuh bantuan dan saat ini sedang disiapkan Kementerian Sosial dan BNPB, sehingga bisa mengurangi jumlah warga di pengungsian,”jelasnya.
Diketahui berdasarkan data Kementerian Sosial, pihaknya menyiapkan bantuan uang tunai Rp3 juta/keluarga untuk kebutuhan perabotan dan peralatan rumah tangga.
Kemudian juga menyiapkan jaminan hidup Rp450 ribu/orang selama tiga bulan, serta bantuan modal Rp5 juta/keluarga untuk rintisan usaha.
Selain itu, Kemensos juga menyiapkan santunan korban meninggal Rp15 juta/korban dan luka berat Rp5 juta/korban.
Diketahui, berdasarkan data BPBD Sumut per pukul 08.00 WIB, Selasa (6/1/2025) jumlah korban meninggal dunia mencapai 371 jiwa. Kemudian yang hilang masih 58 jiwa.
Dalam laporan BPBD sumut, korban meninggal dunia paling banyak berada di Kabupaten Tapteng 128 jiwa dan hilang 35 orang.
Kemudian diikuti oleh Kabupaten Tapsel meninggal 93 orang dan hilang 20 orang. Dan terakhir daerah dengan korban terbanyak meninggal dunia dari Kota Sibolga 55 tewas dan tidak ada korban jiwa.
(Cr5/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Derita Warga Garoga Puasa Sahur Makan Mi Instan |
|
|---|
| Kunjungi Tapteng, Titiek Soeharto dan Kapolri Bawa Bantuan 16 Truk: Semoga Bisa Bermanfaat |
|
|---|
| 33 Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah Masih Belum Ditemukan, Begini Kata Basarnas |
|
|---|
| Kepastian Akan Ada Tersangka Banjir Bandang Garoga, Kejagung Terus Dalami Keterlibatan PT TBS |
|
|---|
| Dana Bansos dari Kemensos Tak Kunjung Cair, Warga Hutanabolon Tapteng Masih Tunggu Janji Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gubernur-Sumut-Bobby-Nasution-saat-Rakor-Pendataan.jpg)