Banjir dan Longsor di Sumut

Nobar di Pengungsian Banjir Batangtoru, Inilah Harapan Warga ke Presiden Prabowo

Rencananya Presiden RI Prabowo Subianto akan hadir langsung di tengah anak-anak pengungsi korban di Desa Batu Hula, Rabu (31/12/2025) malam.

Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan
NONTON BARENG - Suasana nonton bareng warga korban banjir bandang di posko pengungsian Desa Batu Hula, Batangtoru, Rabu (31/12/2025) malam. Rencananya Presiden Prabowo Subianto akan hadir sembari merayakan malam pergantian tahun dengan warga. 

TRIBUN-MEDAN.COM, BATANGTORU- Warga Huta Godang dan Garoga, korban banjir bandang Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel), merayakan malam pergantian tahun baru dengan nonton bareng.

Sudah 37 hari warga Garoga dan Huta Godang bertahan di posko pengungsian pertama yang dibangun PT Agincourt Resources (AR) dalam bencana banjir bandang yang melanda Batangtoru pada 25 November 2025.

Rencananya Presiden RI Prabowo Subianto akan hadir langsung di tengah anak-anak pengungsi korban di Desa Batu Hula, Rabu (31/12/2025) malam.

Prabowo dikabarkan akan ikut nonton bareng bersama pengungsi korban banjir sambil menikmati malam pergantian tahun menuju 2026.

Perlengkapan sudah disiapkan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dengan menghadirkan mobil  video elektronik milik Dinas Kominfo.

Mastika Tanjung, warga Garoga berharap kehadiran Prabowo di Batangtoru bisa menghibur rakyat yang kini kondisinya menderita akibat kehilangan rumah hingga saudara.

"Kami berterima kasih kepada Pak Prabowo kehadirannya melihat langsung rumah kami yang sudah rusak dan hilang di Garoga. Semoga kebijakannya memang mengedepan kepentingan rakyat," ujar Mastika.

Ia menjelaskan, ia sebenarnya tidak ingin pindah dari rumahnya dan berharap pemerintah memberikan izin untuk tetap menempatinya bersama keluarga.

"Rumah kami memang sebenarnya masih bisa ditempati, tapi pemerintah menganjurkan kami tidak boleh lagi tinggal di sana karena kondisinya sudah masuk zona merah," ucapnya.

Ia pun menaruh harapan besar kepada pemerintah mencari solusi untuk warga agar bisa tetap tinggal di kampung halaman mereka. 

"Maunya adalah solusi seperti bangun bendungan, atau tanggul agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Jujur sayanya meninggal kampung ini sangat berat," kata Mastika.

Ingin Lanjut Sekolah

Sementara itu, Aisyah Panggabean, warga Huta Godang mengapungkan asa kepada Prabowo agar memberinya kemudahan dalam segi biaya sekolah. 

Aisyah merupakan siswa kelas 3 di SMKN 1 Lumut, Tapanuli Tengah (Tapteng).

"Rumahku sudah hancur, barang-barang semua juga hanyut. Aku mau tetap lanjut sekolah. Sawah kami juga begitu. Orangtua gak punya pencarian lagi," ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved