Distribusi Air di Daerah Terdampak Bencana di Tapsel Butuh Waktu Dua Bulan
Ardian mengatakan, 15 persen itu lambat dikerjakan karena cuaca yang tak menentu di daerah bencana.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumut Ardian Surbakti mengatakan, air bersih dapat mengalir dengan normal kembali ke rumah warga dalam waktu dua bulan.
Dijelaskan Ardian, saat ini air sudah mulai mengalir di daerah bencana sebanyak 85 persen. Masih ada 15 persen lagi yang mengalami kerusakan berat.
Ardian mengatakan, 15 persen itu lambat dikerjakan karena cuaca yang tak menentu di daerah bencana.
"Untuk daerah bencana yang bekerjasama dengan pihak kami (PDAM Tirtanadi Sumut) adalah Tapsel, Padang Sidimpuan dan sekitarnya. Untuk saat ini masih terdapat 15 persen wilayah daerah yang belum terlayani," jelasnya kepada Tribun Medan, Selasa (30/12/2025).
Baca juga: PDAM Tirtanadi Terapkan Subsidi Silang, Golongan Kurang Mampu Tarifnya Menurun, Berlaku Tahun 2026
Dikatakannya, 15 persen yang rusak ini karena pipa-pipa air terpotong akibat terkena longsor.
"Kita upayakan satu atau dua bulan ke depan pelayanan sudah kembali berjalan normal. Saat ini sedang dilakukan perbaikan," ucapnya.
Dikatakannya, saat ini seluruh pipa sedang direkonstruksi. Begitu pun dengan penyaluran air.
"Karena terjadi bencana sumber air kita terdapat longsor sehingga seluruh pipa terputus dan terkena longsor," jelasnya.
Ia berharap, semua tim bisa menyeleasikan perbaikan dengan cepat dan baik.
"Sekarang kita berharap tim bisa segera menyelesaikannya ada beberapa daerah yang belum terlayani air bersihnya," jelasnya.
Untuk masyarakat yang belum dapat dilayani penyaluran air dengan baik, pihaknya sudah mengirimkan mobil tangki.
"Kita sudah mengirimkan mobil tangki, airnya gratis. Semoga cuaca juga baik sebab perbaikan pipa bisa berlangsung apabila cuaca cukup bagus," jelasnya.
Selain itu, mereka juga tidak menetapkan tarif apabila, tidak mendapatkan pelayanan dari pihak PDAM Tirtanadi.
"Semua korban yang enggak mendapatkan pelayanan itu gratis ya," jelasnya.
Diketahui, pasca 34 hari bencana, banyak penyintas banjir yang mengeluhkan kesulitan air bersih. Akibatnya, banyak dari mereka yang mengalami penyakit gatal-gatal dan lain-lain.
Hingga kini, mereka meminta agar pelayanan air bisa secepatnya selesai dan kembali normal.
| Warga Mengeluh Kesulitan Air Bersih, Habiskan Uang hingga Empat Ratus Ribu Per Bulan |
|
|---|
| Bantu Korban Banjir di Tiga Provinsi, UIN Sumut dan HAEI Salurkan Donasi Rp 180 Juta |
|
|---|
| Akses Jalan Tertutup Longsor, Brimob Polda Sumut Bersihkan Permukiman Warga di Sibolga |
|
|---|
| Tarif Pelanggan Berpenghasilan Rendah Turun Rp 3.000, PDAM Tirtanadi Terapkan Subsidi Silang |
|
|---|
| PDAM Tirtanadi Terapkan Subsidi Silang, Golongan Kurang Mampu Tarifnya Menurun, Berlaku Tahun 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Dirut-PDAM-Tirtanadi-Ardian-Surbakti-saat-diwawancarai-di-kantornya_11.jpg)