Banjir dan Longsor di Sumut

Gubsu Bobby Nasution Targetkan Verifikasi 30.875 Rumah Rusak akibat Banjir Sumut Rampung Akhir 2025

Pendataan intensif dengan sistem by name by address untuk memastikan setiap bantuan yang diberikan tepat sasaran kepada para korban.

|
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
BANJIR BANDANG - Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapteng saat banjir bandang, Selasa (25/11/2025). Banjir melanda kabupaten Tapteng hingga saat ini. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengungkapkan bahwa sebanyak 30.875 unit rumah masyarakat mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan longsor hebat yang melanda wilayah Sumut.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tengah melakukan pendataan intensif dengan sistem by name by address untuk memastikan setiap bantuan yang diberikan tepat sasaran kepada para korban.

Bobby menargetkan seluruh proses pendataan hingga verifikasi tingkat kerusakan, baik rusak ringan, sedang, berat, maupun hilang, selesai pada akhir tahun 2025 agar masyarakat bisa segera mendapatkan kepastian tempat tinggal.

Gubernur Sumut Bobby Nasution saat meninjau lahan untuk dijadikan Hunian Tetap (Huntap) korban bencana di Tapsel beberpa waktu lalu. Saat ini sebanyak 30.875 rumah rusak akibat bencana banjir dan longsor di Sumut.
Gubernur Sumut Bobby Nasution saat meninjau lahan untuk dijadikan Hunian Tetap (Huntap) korban bencana di Tapsel beberpa waktu lalu. Saat ini sebanyak 30.875 rumah rusak akibat bencana banjir dan longsor di Sumut. (IST)

Kolaborasi Pembangunan Hunian Tetap dan Penyediaan Lahan Daerah

1. Sebanyak 200 unit hunian tetap dibangun di wilayah Sibolga.

2. Sebanyak 118 unit hunian tetap dibangun di Kabupaten Tapanuli Tengah.

3. Sebanyak 103 unit hunian tetap dibangun di Kabupaten Tapanuli Utara.

4. Sebanyak 227 unit hunian tetap dibangun di Kabupaten Tapanuli Selatan.


Gubernur Bobby menjelaskan bahwa pembangunan Hunian Tetap (Huntap) akan dilakukan melalui kolaborasi erat antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Yayasan Buddha Tzu Chi.

Sebagai langkah konkret, peletakan batu pertama untuk pembangunan ratusan hunian tetap telah dilakukan di beberapa wilayah yang terdampak paling parah dengan rincian sebagai berikut:

Bobby menginstruksikan kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota yang terdampak untuk segera menyediakan lahan milik daerah yang siap digunakan agar proses pembangunan perumahan bagi para penyintas tidak terhambat.

(cr5/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved