Banjir dan Longsor di Sumut

Minta Percepatan Pemulihan, Edy Rahmayadi: Bencana Jangan Dipolitisir, Kasihan Rakyat

Edy menyampaikan, pemulihan pasca bencana memerlukan dukungan semua pihak dan waktu yang tidak sebentar. 

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ANISA RAHMADANI
BANJIR DAN LONGSOR DI TAPTENG - Jalan menuju Tapteng via rampa Taput sudah bisa dilalui, Senin (22/12/2025). Kondisi jalan ini terputus karena bencana longsor dan banjir beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Mantan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi pemulihan bencana yang terjadi di Sumut dapat dilakukan dengan cepat.

Dia pun meminta tidak ada mempolitisir kekurangan dalam penanganan bencana.

"Tak ada yang sempurna, tentu saja saya yang berpengalaman di infanteri, seorang prajurit bisa melihat banyak kekurangan dalam penanganan bencana di awal peristiwa.

Tapi, mempolitisir bencana juga bukan tindakan yang baik. Kasihan rakyat, fokuslah memperbaiki keadaan," kata Edy Rahmayadi, saat ditemui tengah mempersiapkan bantuan ke Tapanuli Tengah dan Sibolga, Rabu (24/12/2025).

Edy menyampaikan, pemulihan pasca bencana memerlukan dukungan semua pihak dan waktu yang tidak sebentar. 

Apalagi sebutnya, bencana banjir dan longsor yang melanda tiga Provinsi di Sumatera cukup parah. 

Edy menilai, kerusakan hutan dan daerah aliran sungai menjadi faktor bencana yang mestinya dilakukan pemulihan. 

"Satu tahun belum cukup, selama proses pemulihan, harus juga dilakukan pemulihan lingkungan karena efek kehancuran ini menjadi bagian dampak kerusakan hutan di hulu DAS. Itu kerusakan serius, pemulihannya butuh waktu puluhan tahun," tegas Edy.

Untuk membantu para korban, Edy Rahmayadi yang juga pembina Sumut Bermartabat Foundation ikut serta menyalurkan bantuan pangan ke sejumlah lokasi di Kabupaten Langkat.

"Bantuan ini tentu saja hanya menjadi bagian kecil dari begitu besar jumlah korban, begitu banyak kebutuhan. Hanya sebiji zarah. Di sini juga banyak bantuan dari sahabat-sahabat saya, saudara, teman dan semoga memberikan sedikit kebahagiaan bagi korban bencana alam 25-26 November lalu," tambah Edy.

Bantuan awal yang telah dikirimkan 500 karung beras dan 500 paket sembako serta ribuan roti serta air mineral untuk korban bencana di Kampung Lama, dan Kelurahan Bukit Kubu Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat. 1200 paket roti dan air mineral untuk korban bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Edy Rahmayadi kemudian mengirimkan 600 karung beras, 600 paket sembako, ribuan roti, air mineral, makanan bayi dan susu bayi untuk Kecamatan Tukka, Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah, serta kota Sibolga. 

Edy Rahmayadi pun menguatkan para korban bencana di provinsi agar tetap menjadi manusia-manusia kuat dan menjadikan bencana ini sebagai pelajaran lebih menjaga lingkungan, menjaga hutan, menjaga persaudaraan. 

"Insha Allah, dalam waktu dekat kita juga akan mengirimkan gerobak dorong dan alat pembersih untuk membersihkan rumah dan nantinya bermanfaat bagi warga untuk keperluan lainnya."

(cr17/tribun-medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved