Banjir dan Longsor di Tapteng
Puluhan Korban Bencana di Tapanuli Tengah Rayakan Natal di Posko Pengungsian
Para penyintas bencana duduk rapi di atas kursi plastik untuk melaksanakan ibadah meski duka mendalam masih menyelimuti hati mereka.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Suasana penuh haru sekaligus suka cita menyelimuti posko pengungsian SMA Negeri 1 Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, saat puluhan korban bencana merayakan Natal bersama.
Di bawah tenda beralaskan semen, para penyintas bencana duduk rapi di atas kursi plastik untuk melaksanakan ibadah meski duka mendalam masih menyelimuti hati mereka.
Keterbatasan tidak menghalangi semangat para pengungsi, yang tetap beribadah dengan pakaian seadanya karena harta benda mereka termasuk pakaian terbaik hanyut terbawa banjir.
Kehadiran Kapolda Sumut di Tengah Pengungsi
Momen perayaan Natal di lokasi pengungsian ini terasa kian istimewa dengan kehadiran Kapolda Sumatera Utara, Irjen Whisnu Hermawan Februanto, bersama jajaran pejabat utama.
Jenderal bintang dua tersebut berkesempatan berdiri di atas mimbar untuk memberikan penguatan dan khotbah singkat kepada para korban bencana yang masih bertahan di posko.
Whisnu mengaku terenyuh sekaligus bangga melihat ketegaran para penyintas, terutama anak-anak yang tetap terlihat riang gembira menyambut Natal di tengah situasi sulit yang melanda.
Pesan Kedamaian di Tengah Musibah
Dalam pesan Natalnya, mantan Dirtipideksus Bareskrim Polri ini menekankan bahwa meski rumah rusak dan harta benda hilang, kedamaian sejati harus tetap dijaga di dalam hati.
Ia mengingatkan bahwa Natal adalah tentang suka cita dan kebahagiaan hati yang paling dalam, yang tidak boleh padam meski dalam keadaan yang penuh keprihatinan.
Whisnu juga menguatkan para pengungsi bahwa kehilangan fisik tidak berarti kehilangan iman, karena kedamaian akan tetap melekat bagi mereka yang senantiasa merasa dekat dengan Tuhan.
Harapan untuk Para Penyintas Bencana
Irjen Whisnu berharap momentum Natal tahun ini menjadi titik balik bagi para korban banjir di Tapanuli Tengah untuk kembali bangkit dan menata masa depan yang lebih baik.
Kedatangan rombongan Polda Sumut ini tidak hanya membawa pesan spiritual, tetapi juga menjadi dukungan moral yang nyata bagi warga yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.
Ibadah yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut diakhiri dengan harapan agar kedamaian dan kekuatan senantiasa menyertai seluruh masyarakat Tapanuli Tengah.
(cr25/Tribun-medan.com)
| Tangis Penyintas Banjir Tirawan Pecah, Lemang Jadi Penawar Lara Lebaran dan Bangun Huntara Mandiri |
|
|---|
| Pembangunan Huntara Tak Kunjung Selesai, Korban Banjir di Tapteng Bangun Rumah Mandiri |
|
|---|
| Hutanabolon Kembali Banjir, Bupati: Tanggul yang Telah Dibangun Jebol, Warga Mengungsi Kembali |
|
|---|
| Dua Bulan Usai Banjir, Begini Kondisi Belajar Mengajar di MAN 1 Tapteng |
|
|---|
| Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Minta Mendagri Batalkan Pemangkasan Dana Transfer setelah Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Perayaan-Natal-di-Tapanuli-Tengah_Kapolda-Sumut_.jpg)