Banjir dan Longsor di Tapteng
Sambut Natal, Pendeta dan Pengurus HKBP Hutanabolon Mulai Menata Gereja di Tengah Duka
Dikatakannya, di Kecamatan Hutanabolon ada lima gereja. Dua diantaranya hanyut. Dan dua lainnya mengalami kerusakan berat.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Meski sisa material banjir dan longsor masih mengalir masuk ke area rumah ibadah, semangat pendeta dan pengurus Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah melakukan aksi bersih-bersih guna menyambut perayaan Hari Natal pada 25 Desember 2025 mendatang.
Pendeta Gereja HKBP Hutanabolon yang memimpin kegiatan bersih-bersih ini juga terlibat melakukan pembersihan mulai dari mengangkat lumpur di area gereja hingga, mengakali bagaiman aliran banjir tidak mengalir lagi ke gereja.
Hal itu dilakukan pendeta dan pengurus gereja Hutanabolon untuk memastikan agar jemaat dapat merayakan Natal 2025 dengan khidmat dan penuh suka cita pasca banjir menerjang kelurahan mereka dan merenggut puluhan nyawa.
Dari dalam gereja itu terlihat para pengurus membersihkan gereja mulai dari merapikan bangku-bangku, mengepel, hingga memperbaiki pintu-pintu gereja yang rusak diterjang banjir.
Pendeta Gereja HKBP Hutanabolon Paten Sidabutar mengatakan, sudah 10 hari ia membersihkan gereja ini.
Dimulai dari lumpur yang cukup tinggi dari dalam rumah ibadah hingga akhirnya pembersihan tinggal di area luar.
Dikatakannya, perayaan Natal tahun ini diadakan dengan sederhana, tetapi harus tetap khidmat.
"Secara gereja sesuai dengan instruksi kantor pusat, kita akan melaksanakan perayaan natal dengan sederhana.
Tetapi tidak mungkin dilakkukan secara marga-marga. Perayaan Natal bentuk sederhana tanpa lampu-lampu yang mewarnai gereja. Kita upayakan dengan sekuat tenaga. Akhirnya setelah 10 hari kita bersihkan, inilah tinggal bagian luar yang sedang diupayakan," jelasnya saatt ditemui Tribun Medan, Jumat (19/12/2025).
Dikatakannya, di Kecamatan Hutanabolon ada lima gereja. Dua diantaranya hanyut. Dan dua lainnya mengalami kerusakan berat.
"Lima gereja di sini, pertama HKBP, GKPI, HKI, Pentaskosga dan BNKP. Dua diantaranya hanyut. Yang hanyut itu Pentaskosta dan BNKP," jelasnya.
Dijelaskannya, Perayaan Natal di Gereja HKBP ini, dibuka untuk seluruh jemaat yang gerejanya hanyut.
"Jadi paling perbedaannya itu, biasanya ibadah kita laksanakan sore dan malam hari. Karena bencana ini, kita adakan pagi hari. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan," ucapnya.
Perayaan Natal di tahun sebelumnya, itu cukup meriah. Mulai dari kegiatan kategori anak-anak sekolah minggu, remeja pemuda, kaum bapak dan ibu hingga malam kudus.
"Pada tanggal 25 itu gereja penuh. Karena kita mengadakan pelayanan-pelayanan Natal seperti penghapusan-penghapusan dosa dan lain-lain," ucapnya.
Dijelaskannya, dalam perayaan ini tidak ada pemaksaaan ataupun penguris apapun untuk masyarakat yang hendak mengikuti kegiatan ini.
| Tangis Penyintas Banjir Tirawan Pecah, Lemang Jadi Penawar Lara Lebaran dan Bangun Huntara Mandiri |
|
|---|
| Pembangunan Huntara Tak Kunjung Selesai, Korban Banjir di Tapteng Bangun Rumah Mandiri |
|
|---|
| Hutanabolon Kembali Banjir, Bupati: Tanggul yang Telah Dibangun Jebol, Warga Mengungsi Kembali |
|
|---|
| Dua Bulan Usai Banjir, Begini Kondisi Belajar Mengajar di MAN 1 Tapteng |
|
|---|
| Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Minta Mendagri Batalkan Pemangkasan Dana Transfer setelah Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pendeta-dan-sejumlah-pengurus-Gereja-HKBP-Hutanabolon.jpg)