Sumut Terkini
Jelang Nataru, Disperindag Karo Prediksi Ada Kenaikan Harga Bahan Pokok, Kadis: Akan Dicek Berkala
Namun, menjelang hari besar ini diprediksi harga akan mengalami sedikit kenaikan karena mengingat kebutuhan masyarakat yang juga akan meningkat.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, KARO- Menjelang hari besar Natal 2025 dan tahun baru 2026 kurang lebih dua pekan lagi, sejauh ini harga bahan pokok di Kabupaten Karo diketahui masih cukup stabil.
Namun, menjelang hari besar ini diprediksi harga akan mengalami sedikit kenaikan karena mengingat kebutuhan masyarakat yang juga akan meningkat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karo Sarjana Purba, mengungkapkan hal ini mengingat masyarakat Kabupaten Karo yang didominasi nasrani (73 persen).
Sehingga, kebutuhan pasokan sembako dan lainnya untuk menyambut hari besar Natal dan Tahun Baru akan meningkat.
"Sejauh ini harga bahan pokok masih stabil, tapi jelang Nataru memang kita prediksi akan kembali meningkat seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar Sarjana, Minggu (14/12/2025).
Berdasarkan data yang diperoleh dari Disperindag Kabupaten Karo, berikut harga sejumlah bahan pokok seperti beras jenis SPHP di harga Rp 63.000 hingga Rp 65.000 per kemasan 5 Kg.
Sementara beras jenis lainnya seperti condong di harga Rp 14.300 hingga Rp 14.500 per Kg. Gula pasir saat ini di pasaran dijual dengan harga Rp 17.000.
Sedangkan bumbu dapur, bawang merah mengalami sedikit kenaikan dimana sebelumnya per kilogram di harga Rp 32.000, kini Rp 40.000.
Cabai merah saat ini di harga Rp 45.000, cabai rawit di harga Rp 50.000 hinggaa Rp 60.000.
"Kalau di pasar murah bawang merah kita jual di harga Rp 35.000. Cabai rawit yang agak naik, sebelumnya di angka Rp 30.000. Telur juga peningkatan sebelumnya di harga Rp 50.000 per papan, sekarang Rp 63.000 per papan yang ukuran sedang," katanya.
Dirinya menjelaskan, selain karena memang permintaan masyarakat yang akan meningkat jelang Nataru ini, dampak bencana yang terjadi belakangan ini juga menjadi faktor lainnnya.
Hal ini dikarenakan pasokan bahan pokok sepeti cabai dan bawang, dipasok dari sejumlah daerah seperti Kabupaten Langkat, Aceh, hingga Padang.
Untuk mencegah harga terus melambung, Sarjana menjelaskan pihaknya saat ini masih menggelar pasar murah di sejumlah titik.
Selain itu, dirinya menjelaskan ke depan pihaknya juga akan melakukan pengecekan berkala ke pasar-pasat tradisional untuk memastikan harga secara berkala.
"Akan kita cek berkala ke pasar untuk memastikan harga masih tetap stabil," pungkasnya.
(mns/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Gubsu Bobby Klaim Angka Kemiskinan di Sumut Menurun, Ini kata Pengamat |
|
|---|
| Terpidana Korupsi DJKA sebut Beri Uang Rp 425 Juta ke Ipar Jokowi, KPK Benarkan |
|
|---|
| Peneliti Telusuri Jejak Perjuangan Tn Raimbang Sinaga, Calon Pahlawan Nasional dari Simalungun |
|
|---|
| Pemkab Simalungun Kaji PMK Terbaru Soal Koperasi Merah Putih: Kita Hanya Pembinaaan Keuangan |
|
|---|
| Mahasiswi di Kisaran Disekap, Diduga Alami Kekerasan dan Pelecahan oleh Mantan Pacar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/JELANG-NATARU-Seorang-pedagang-cabai-menyusun.jpg)