Banjir dan Longsor di Tapteng
Jeritan Hati Rusma, Sudah Tak Sanggup Setiap Hari Antre Air Bersih Sampai 1 Jam di Sibolga
Bahkan, untuk mencuci baju, piring dan mandi warga menggunakan air banjir yang masih tergenang dipinggir jalan.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Sudah hampir tiga minggu pasca bencana banjir dan longsor Warga Sibolga dan Tapanuli Tengah kesulitan mendapatkan air bersih untuk diminum.
Bahkan, untuk mencuci baju, piring dan mandi warga menggunakan air banjir yang masih tergenang dipinggir jalan.
Beberapa kali Tribun Medan ke tempat warga terdampak, mereka selalu meminta air mineral dan air bersih kepada relawan yang membawa bantuan.
Namun, Perumda Air Minum Tirta Nauli Sibolga sudah membuat sejumlah keran untuk warga yang hendak mengambil air.
Itupun, warga harus mengantre paling cepat satu jam baru bisa mengisi air bersih tersebut.
Hal itu dilihat dari kejauhan, seorang perempuan bersama anak laki-lakinya membawa 5 jeriken berukuran besar untuk di isi air mineral.
Perempuan itu datang dari pukul 08.00 WIB dan baru mulai mengisi jeriken pukul 09.45 WIB.
Dan selesai pukul 10.30 WIB.
Setelah jerikan itu di isi, ia pun meminta anak laki-lakinya untuk mengangkat dua jeriken ke atas motor dan pulang ke rumahnya.
Saat didekati, perempuan itu bernama Rusma Rini Lumbangaol.
Warga Jalan Rawang I Kelurahan Aek Muara Pinang, Sibolga Selatan, diakuinya ia sudahh tak sanggup, jika terus-terusan mengangkat air.
"Enggak taulah bilang apa mau nangis atau mau menjerit ke siapa. Itulah kami minta, kalau bisa pak Prabowo secepatnya untuk membaguskan air ini agar normal lagi," jelasnya saat ditemui Tribun Medan, Jumat (12/12/2025).
Dijelaskannya, setiap hari ia harus mengantre selama setengah sampai satu jam lamanya untuk mendapatkan air bersih.
"Udah enggak sanggup mengangkat air ini lagian ya saya janda jadi semua di rumah saya yang kerjakan. Hari ini saya tiba pukul 08.00 WIB tapi mengantre setengah jam lebih, itulah," katanya.
Diakuinya sulit sekali mendapat air bersih tanpa mengantre.
| Tangis Penyintas Banjir Tirawan Pecah, Lemang Jadi Penawar Lara Lebaran dan Bangun Huntara Mandiri |
|
|---|
| Pembangunan Huntara Tak Kunjung Selesai, Korban Banjir di Tapteng Bangun Rumah Mandiri |
|
|---|
| Hutanabolon Kembali Banjir, Bupati: Tanggul yang Telah Dibangun Jebol, Warga Mengungsi Kembali |
|
|---|
| Dua Bulan Usai Banjir, Begini Kondisi Belajar Mengajar di MAN 1 Tapteng |
|
|---|
| Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Minta Mendagri Batalkan Pemangkasan Dana Transfer setelah Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sejumlah-warga-mengantre-untuk-mendapatkan-air-bersih.jpg)