Sumut Terkini
Puncak Gunung Sinabung Sempat Keluarkan Asap Membumbung Tinggi, PVMBG: Faktor Curah Hujan Tinggi
Hal ini, membuat banyak masyarakat yang bertanya apakah kondisi tersebut merupakan tanda aktivitas vulkanik Sinabung kembali meningkat.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Berberapa hari terakhir, beredar rekaman video yang menunjukkan bimbingan asap dengan jarak yang cukup tinggi dari puncak Gunung Sinabung.
Hal ini, membuat banyak masyarakat yang bertanya apakah kondisi tersebut merupakan tanda aktivitas vulkanik Sinabung kembali meningkat.
Ketika dikonfirmasi langsung ke pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung didapatkan informasi jika sejauh ini aktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih normal.
Hal ini diungkapkan oleh petugas pengamatan Gunung Sinabung, Armen Putra.
"Untuk aktivasi vulkanik Gunung Sinabung dari catatan kita sejauh ini masih stabil," ujar Armen, Kamis (11/12/2025).
Ketika ditanya mengenai asap yang membumbung tinggi itu, Armen menjelaskan hal ini merupakan hal yang lumrah karena mengingat wilayah Kabupaten Karo khusunya di sekitar Sinabung sedang terjadi peningkatan curah hujan.
Dirinya menjelaskan, bimbingan asap tinggi itu disebabkan karena adanya proses pelepasan uap eksplosif.
"Kita lihat beberapa hari inikan curah hujan cukup tinggi, karena terkena matrial di puncak gunung yang masih panas sehingga menimbulkan adanya uap yang terlihat melambung tinggi," katanya.
Terlebih, di beberapa hari terakhir visual Gunung Sinabung tampak clear tanpa adanya bagian yang tertutup kabut.
Sehingga, uap hasil pelepasan pertemuan air hujan dengan material gunung yang masih panas dapat terlihat jelas membumbung tinggi dari puncak.
"Itu hal biasa terutama saat curah hujan tinggi," ucapnya.
Sebagai informasi, di saat curah hujan cukup tinggi di Kabupaten Karo tim pengamat Gunung Sinabung mencatat dua kali terjadi aliran lahar dingin mengalir di sungai yang berhulu di kaki Gunung Sinabung.
Meskipun sempat terjadi dua kali aktivitas laharan, Armen menjelaskan sejauh ini kondisi dari laharan sendiri masih cukup normal dan belum berdampak kepada masyarakat maupun lahan pertanian yang ada di sepanjang aliran sungai.
Namun begitu, dirinya tetap mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sepanjang aliran sungai saat hujan turun.
"Sejauh ini masih aman, tapi kita minta masyarakat tetap selalu waspada," ungkapnya.
| Gubsu Bobby Klaim Angka Kemiskinan di Sumut Menurun, Ini kata Pengamat |
|
|---|
| Terpidana Korupsi DJKA sebut Beri Uang Rp 425 Juta ke Ipar Jokowi, KPK Benarkan |
|
|---|
| Peneliti Telusuri Jejak Perjuangan Tn Raimbang Sinaga, Calon Pahlawan Nasional dari Simalungun |
|
|---|
| Pemkab Simalungun Kaji PMK Terbaru Soal Koperasi Merah Putih: Kita Hanya Pembinaaan Keuangan |
|
|---|
| Mahasiswi di Kisaran Disekap, Diduga Alami Kekerasan dan Pelecahan oleh Mantan Pacar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/AKTIVITAS-VULKANIK-SINABUNG-Seorang-warga.jpg)