Banjir dan Longsor di Sumut
Curhat Marni Panggabean, Korban Bencana Alam di Taput yang Sangat Butuh Susu untuk Anak Kembarnya
Seorang korban banjir di Tapanuli Utara mengutarakan dirinya memiliki anak kembar yang sangat membutuhkan susu.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
Mereka saat ini sedang berjaga-jaga akan terjadinya bencana susulan. Melewati sejumlah titik longsor, mereka juga harus mengambil jalan alternatif menyusuri hutan.
"Ini rencanaya mau ambil sembako ke Desa Parsingkaman. Kita sedang berjaga-jaga, karena stok yang saat ini di aula sudah mulai menipis. Ada sebanyak 30 orang yang tinggal di sana," sambungnya.
Setiap hari, mereka berjalan dari kampungnya menuju Desa Parsingkaman. Hingga saat ini, belasan titik longsor dari Desa Parsingkaman menuju perbatasan Tapteng belum tersentuh alat berat.
Berbagai cara dilakukan para warga sekitar agar bisa melintasi timbunan longsor yang disertai pohon tumbang.
"Kita akan bawa sembako ini ke aula, tempat para pengungsi. Kita datang dari Mompang, Kecamatan Sitahuis," sambungnya.
"Kita mengambil sembako menggunakan jalan kaki. Dan tempat penyaluran bantuan menggunakan helikopter itu masih jauh dari tempat kita," sambungnya.
Semua warga bergotong-royong agar bisa bertahan hidup selama desa mereka terisolasi akibat bencana alam yang telah terjadi dua pekan lalu.
(cr3/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Derita Warga Garoga Puasa Sahur Makan Mi Instan |
|
|---|
| Kunjungi Tapteng, Titiek Soeharto dan Kapolri Bawa Bantuan 16 Truk: Semoga Bisa Bermanfaat |
|
|---|
| 33 Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah Masih Belum Ditemukan, Begini Kata Basarnas |
|
|---|
| Kepastian Akan Ada Tersangka Banjir Bandang Garoga, Kejagung Terus Dalami Keterlibatan PT TBS |
|
|---|
| Dana Bansos dari Kemensos Tak Kunjung Cair, Warga Hutanabolon Tapteng Masih Tunggu Janji Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Seorang-ibu-bernama-Marni-Panggabean-luapkan-kegetiran_1.jpg)