Banjir dan Longsor di Sumut

Duka Mendalam di Kelurahan Hutanabolon Tukka Tapteng, Satu Kampung Hampir Rata dengan Tanah

Perkampungan yang awalnya dihuni warga untuk melangsungkan hidup seolah-olah sirna ditelan bumi.

|
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
BANJIR DAN LONGSOR - Kondisi di lorong 3 dan 4, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, hampir musnah tertimbun longsor, Sabtu (6/12/2025). Sebanyak 301 rumah rusak berat, dan 20 orang meninggal dunia. 

Sekitar 9 diantaranya sudah ditemukan dan 11 orang lagi masih hilang.

"Kalau korban jiwa di Kelurahan hutan nabolon
korban jiwa 20 orang. Kemudian yang sudah ditemukan 9 orang,"kata Koptu Holmes Padang, di lokasi, Sabtu (6/12/2025).

Kelurahan Hutanabolon kurang lebih dihuni 874 kepala keluarga, dengan jumlah warga sekitar 2.927 orang.

Akibat bencana ini, warga mulai meninggalkan kampung mereka entah kemana.

Namun sebagian ada yang mengungsi di posko darurat.

Untuk total rumah, Koptu Holmes mengatakan sebanyak 301 rumah rusak berat seperti hilang, tinggal atap atau tinggal lantai 2 saja.

Kemudian yang rusak sedang sebanyak 54, dan rusak ringan 66 rumah.

Sebagai wilayah terparah, warga Kelurahan Hutanabolon sempat terisolasi akibat jalan putus, dan dipenuhi lumpur sepinggang orang dewasa.

Mereka nyaris mati kelaparan lantaran selama berhari-hari tak makan, maupun minum.

Kalaupun ada, cuma sekadarnya karena tak sempat menyelamatkan harta benda, maupun makanan.

Mereka sempat menerima bantuan logistik dari pemerintah menggunakan helikopter.

"Untuk distribusi bantuan kendalanya itu kemarin air masih tinggi dan sempat dikirim menggunakan helikopter."

(Cr25/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved