Banjir dan Longsor di Sumut

Distribusi BBM di Wilayah Bencana Sumatera Terhambat Akses, Ini Kata Pengamat

Meski sempat terhambat akibat akses jalan terputus dan kondisi medan yang sulit, pengiriman BBM perlahan kembali berjalan.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
IST/DOK
DISTRIBUSI BBM- Deretan mobil tangki Pertamina bersiap mendistribusikan BBM ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera. Pertamina mempercepat penyaluran melalui berbagai moda dan jalur alternatif untuk memastikan suplai energi tetap terjaga di tengah kondisi darurat. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Upaya pemulihan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah-wilayah yang terdampak banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatera mulai menunjukkan perkembangan positif.

Meski sempat terhambat akibat akses jalan terputus dan kondisi medan yang sulit, pengiriman BBM perlahan kembali berjalan.

Pengamat energi Marwan Batubara menilai langkah Pertamina dalam menangani krisis ini dilakukan secara total, agresif, dan terukur.

Marwan menjelaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada stok BBM, melainkan pada akses distribusi yang rusak parah.

“Krisis distribusi BBM yang dihadapi Pertamina sebenarnya bukan disebabkan keterbatasan stok, karena stok aman. Namun akses distribusinya yang bermasalah,” ujarnya.

Berdasarkan kondisi lapangan, ia memperkirakan pemulihan total distribusi dapat tercapai dalam waktu sekitar dua minggu.

Ia menyebut ketika jalur utama terputus, proses distribusi tidak hanya menunggu perbaikan jalan, tetapi mengharuskan adanya strategi mobilisasi lain.

“Jika akses utama terhambat, akses alternatif harus dicari. Selain itu, perlu dicari modus pengiriman lain yang bisa dioptimalkan meskipun biayanya lebih mahal,” katanya.

Penggunaan armada kecil, pemanfaatan pelabuhan terdekat, hingga pendistribusian bertahap ke titik penyangga menjadi opsi yang lazim dipilih di situasi darurat.

Terkait situasi antrean kendaraan di sejumlah SPBU sejak masa awal bencana, Marwan menilai kondisi kini berangsur terkendali.

“Saya kira dengan kesigapan Pertamina, antrean akan menurun. Mereka sudah berpengalaman menangani krisis serupa, sehingga responsnya relatif cepat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa beberapa titik sudah menunjukkan penurunan antrean yang signifikan dibanding hari-hari sebelumnya.

Marwan bahkan optimistis Pertamina mampu merampungkan normalisasi distribusi lebih cepat dari estimasi standar.

Menurutnya, pengalaman panjang Pertamina dalam menangani kondisi darurat menjadi modal penting.

“Melihat totalitas menangani krisis di tiga provinsi ini, saya yakin Pertamina bisa menyelesaikan masalah lebih cepat. Mereka sudah punya protokol, pengalaman, dan tim yang siap diterjunkan kapan saja,” tegasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved