Banjir dan Longsor di Tapteng

Perkirakan Material Longsor yang Tutupi Jalan Batas Taput-Tapteng Akan Bersih dalam Sepekan

Saat ini, pembersihan akses menuju Kabupaten Tapteng masih berlangsung tepatnya di Desa Parsingkaman, Kecmaatan Adiankoting. 

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Maurits Pardosi
Pembersihan material longsoran masih berlangsung di Kecamatan Adiankoting. Termasuk juga pencarian korban di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Taput masih berlangsung hari ini, Rabu (3/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, TARUTUNG- Pembersihan material longsor di Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Taput masih berlangsung hingga hari ini, Rabu (3/12/2025).

Saat ini, pembersihan akses menuju Kabupaten Tapteng masih berlangsung tepatnya di Desa Parsingkaman, Kecmaatan Adiankoting. 

Bupati Taput Jonius Taripar Hutabarat memperkirakan, pembersihan material longsoran yang berada di badan jalan menuju perbatasan akan sepekan kedepan.

"Kita berharap selama sepekan kedepan, kita bisa sampai pada perbatasan Tapteng. Akses bisa saja sudah terbuka," terang Jonius Taripar Hutabarat saat berada di Desa Parsingkaman, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Taput hari ini, Rabu (3/12/2025).

Ia jelaskan, pemulihan kembali akses jalan seperti sediakala membutuhkan waktu relatif lama.

"Tapi untuk pemulihan kembali itu butuh waktu lama. Butuh waktu sebulan hingga dua bulan," sambungnya.

Ia juga menyoal fasilitas sekolah yang rusak akibat bencana tesebut.

"Untuk saat ini, untuk sekolah tidak ada yang rusak berat, namun yang mengalami kerusakan ada," sambungnya.

Ia tegaskan, proses pembelajaran  akan tetap berjalan dengan melihat kondisi sekolah.

"Kalau berpotensi terkena bencana, kita tidak akan berlakukan sekolah. Kita akan cari lokasi yang aman. Misalnya seperti di lokasi kita ini ada PAUD, dan ini bisa kita jadikan sebagai tempat sekolah," lanjutnya.

"Prinsipnya, mereka bisa bermain di sekolah supaya mereka tak dirundung traumatis," lanjutnya.

Ia berharap, dengan adanya sekolah, anak-anak dapat bermain dan saling berbagi cerita sehingga traumatisnya terobati.

"Sekolah yang kita maksud bukan hanya untuk belajar, namun juga untuk bermain dan ini cara kita memulihkan semangat mereka," tuturnya.

Kondisi saat ini, sejumlah alat berat masih siaga membersihkan material longsoran. Warga sekitar juga tengah berada di posko yang sudah didirikan.

Sebelumnya disampaikan, penanganan bencana di Kabupaten Tapanuli Utara terus dikebut setelah banjir bandang dan longsor melanda sejumlah kecamatan sejak 25 November 2025. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved