Banjir dan Longsor di Sumut

Terpisah dari Istri, Lansia 60 Tahun Nekat Terjang Banjir dari Sibolga Menuju Pandan Pakai Tali

Armadansyah Harahap (60) warga Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah tak menyangka banjir bandang dan longsor .

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ANISA RAHMADANI
KORBAN BANJIR - Arman, (60) saat berfoto bersama cucu dan istrinya di rumah anaknya yang berada di Medan. Arman satu diantara warga yang selamat dari bencana banjir bandang di Tapteng. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Armadansyah Harahap (60) warga Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah tak menyangka banjir bandang dan longsor akan terjadi pada Selasa (26/11/2025) siang lalu. 

Kepada Tribun Medan, Arman bercerita Selasa pagi selepas Subuh ia berangkat   bersama sang istri untuk mengantarkan pesanan makanan peringatan hari guru  yang telah dipesan oleh  pihak SMK 3 Sibolga.  

Sambil mengenenang kejadian hari itu, Arman mengatakan, tujuannya ke Sibolga yang jaraknya setengah jam dari rumah (jika naik kendaraan roda dua dan empat) bukan hanya untuk mengantarkan pesanan tetapi juga membuka warung kantin miliknya di sekolah yang ada di Sibolga.

Diakui Arman, hari itu hujan deras dan lebat sudah terjadi selama 3 hari 3 malam tanpa henti. Beberapa kecamatan di Sibolga sudah diperingatkan untuk mengungsi sebelum hari banjir bandang itu tiba. 

"Wah ngerilah kalau ingat itu. Ini saja kalau ingat itu trauma, lihat  jalur lintas utama Sibolga-Tapteng-Tapsel  sudah air berwarna coklat di depan muka saya. Dimana-mana sudah banjir," Arman mengawali ceritanya.

Diakuinya, pada saat mengantar makanan ke sekolah, kondisinya  hujan deras dan lebat. Tetapi mereka tetap berangkat, karena acara hari guru dimulai pukul 08.00 WIB.   

"Memang sudah hujan, dan jalan pun udah banjir hari itu. Cuman warga masih beraktivitas biasa. Dan polisi juga sudah mengamankan jalan karena jalan lintas utama sudah banjir kan," katanya. 

Kejadian banjir bandang dan longsor di Sibolga  itu, kata Arman mulai terjadi pukul 10.00 WIB. Dimana Air Sungai  Sihaporas (Bendungan PLTA) Keluruhan Sibuluan dan Sungai Huta Nabolon  Kecamatan Tukka sudah  mulai  naik ke jalan dan permukiman warga.
 
"Mendengar informasi bencana banjir bandang dan tidak kondusif saya bersama istri memutuskan untuk pulang ke Pandan, ke rumah kami. Karena di sana belum ada info bencana apapun," jelasnya.   

Dikatakannya, saat memutuskan pulang inilah, kesulitan terjadi. Ia terpisah dari istri. Jalan ke Pandan dari Sibolga  sudah terisolir, banjir dan longsor  di Kota Sibolga terjadi secara bersamaan.

"Waktu perjalanan pulang, mobil sudah tak bisa digunakan. Karena airnya tinggi kali (berapaa centi) Kalau dipaksa, kami hanyut terbawa air. Belum lagi,  jarak mobil kami dengan   Tempat wisata  Tangga 100 itu 15 meter  tiba-tiba longsor dan kami menyaksikan mobil-mobil tertimbun longsor itu,"ucapnya sambil mengucap syukur karena telah selamat dari bencana itu. 

Akhirnya, Arman memutuskan untuk istrinya tinggal di Masjid di Jalan Tanaponggol dan dirinya mengantarkan mobil ke Sarudik tempat daerah yang tidak banjir.

Namun ternyata setelah mengantar mobil, dan berjalan menemui istri, ternyata istrinya sudah tidak di masjid. Dan air di masjid sudah tinggi 40-50 cm. 

"Istrinya saya tidak ada dan sudah banjir di area masjid SPBU Tanahponggol padahal  baru 15 menit saya tinggalkan. Paniklah saya, orang-orang juga pada ngurus diri sendiri, sementara itu jaringan internet sudah tidak ada tidak bisa hubungi istri lagi," katanya 

Namun, air semakin tinggi, hari semakin sore dan gelap. Dirinya tetap yakin, istrinya pulang ke rumahnya di Kecamatan Pandan. 

"Karena pikiran saya tidak mungkin istri balik ke sekolah atau tetap memilih di Sibolga. Karena air di Sibolga sudah tinggi daripada  di Pandan.  Selain itu juga ada tujuan kami kembali ke rumah karena ada adek yang lagi sakit di rumah," jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved