Banjir dan Longsor di Sumut

4 Hari Lumpuh Usai Banjir Besar, Warga Kelurahan Terjun Akhirnya Bisa Bersihkan Rumah

Di halaman rumah-rumah, kursi ruang tamu, kasur, lemari, hingga pakaian bergelimpangan dijemur seadanya.

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
Tribunnews.com/Dedy Kurniawan
Setelah empat hari permukiman mereka terendam banjir terparah sepanjang sejarah, hingga seleher orang dewasa, kini proses pemulihan dari pekatnya lumpur, sampah dan perabotan yang hancur, Minggu (30/11/2025).  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Bayang-bayang banjir besar masih menghantui warga Terjun, Kecamatan Marelan.

Setelah empat hari permukiman mereka terendam banjir terparah sepanjang sejarah, hingga seleher orang dewasa, kini proses pemulihan dari pekatnya lumpur, sampah dan perabotan yang hancur, Minggu (30/11/2025). 

Kawasan itu terlihat masih porak-poranda. Genangan sudah surut, namun yang tersisa hanya lumpur tebal, perabotan rusak, serta kendaraan puluhan mobil, sepeda motor yang tak lagi bisa dinyalakan.

Warga lumpuh diterpa bencana ini. 

Di halaman rumah-rumah, kursi ruang tamu, kasur, lemari, hingga pakaian bergelimpangan dijemur seadanya.

Warga berharap matahari cerah, dan listrik bisa menyala kembali setelah padam 4 hari. 

Sebagian besar rumah-rumah warga, warnanya pucat tertutup lumpur.

Motor dan mobil yang sempat terendam kini mati total, knalpot dan mesinnya dipenuhi sisa lumpur cokelat pekat. 

Satu per satu warga turun tangan membersihkan rumahnya tanpa bantuan petugas.

Hanya ada sapu, sekop, kain pel, dan ember, senjata sederhana menghadapi sisa bencana yang tak ringan di ujung tahun 2025.

"Empat hari kami terjebak banjir, tidak ada listrik, tidak ada makanan datang. Semua perabotan hancur, mobil rusak, rumah penuh lumpur,” keluh seorang warga sambil menggosok lantai garasi yang masih basah dan kusam.

Di beberapa titik, tumpukan harta benda yang sebelumnya menjadi kebanggaan keluarga kini berubah menjadi sampah bencana.

Sofa yang dulu terletak manis di ruang tamu, kini teronggok kotor di pinggir jalan. 

Meja dan kursi kayu berukir tampak mengelupas, bahkan sebagian retak karena terendam lama.

Banyak yang pasrah, menghitung kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah untuk satu rumah saja.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved