Banjir dan Longsor Tapteng
Longsor di Sibolga, 5 Tewas dan 4 Hilang Diduga Tertimbun
Bencana alam longsor yang terjadi di Kota Sibolga pasa Selasa 25 November, menelan korban jiwa.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Bencana alam longsor yang terjadi di Kota Sibolga pasa Selasa 25 November, menelan korban jiwa.
Berdasarkan data sementara Polda Sumatera Utara, sebanyak 5 orang dilaporkan meninggal dunia.
Kemudian, sebanyak 4 orang warga dilaporkan hilang diduga tertimbun material longsor.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan, untuk korban luka ada 3 orang.
"4 orang hilang atau dalam pencarian, 5 meninggal dunia dan 3 orang luka-luka,"kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Rabu (26/11/2025).
Ferry mengatakan, bencana alam longsor yang terjadi di Sibolga kemarin ada 5 titik.
Selain menelan korban jiwa dan luka, sebanyak 17 rumah dilaporkan rusak dengan rincian 8 rusak berat.
Selain itu, jaringan listrik dan telepon masih terganggu akibat bangunannya hancur.
Sampai saat ini Polisi dan tim gabungan berjibaku di lokasi mulai dari evakuasi korban, membersihkan material dan sebagainya.
"Kami melanjutkan pencarian bersama BPBD / stake holder kepada korban yang belum ditemukan. Melaksanakan koordinasi dengan Pemda setempat untuk menyediakan tempat pengungsian bagi warga terdampak bencana alam."
Kesusahan Jaringan Komunikasi Akibat Bencana Alam, Polda Sumut Kirim HT Hingga Mobil Satelit ke Sibolga
Kepolisian Daerah Sumatera mengirimkan bala bantuan berupa alat komunikasi ke wilayah banjir dan longsor di Sibolga.
Sebab, jaringan listrik, internet maupun komunikasi sulit di lokasi akibat bencana.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan, akibat kesusahan jaringan internet, laporan kondisi terkini di lokasi sulit diterima dari Sibolga ke Medan, sebagai pusat administrasi pemerintahan.
Ferry mengatakan, Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bid TIK) Polda Sumut mengirimkan 50 handy talkie dari Polda Sumut ke Sibolga untuk mempermudah personel berkomunikasi.
| Tangis Yustina Pecah Karena Sudah Dua Minggu Tak Bisa ke Gereja: Baju Habis, Rumah Hancur |
|
|---|
| UPDATE Penanganan Bencana di Tapanuli Tengah 7 Desember: Meninggal Dunia 102 Orang, 33 Masih Hilang |
|
|---|
| Banjir di Hutanabolon Tapteng Datang Seperti Tsunami, Menyambut Natal Dengan Air Mata |
|
|---|
| Masih Banyak Korban Hilang, Bupati Tapteng Masinton: Alat Berat Kita Terbatas, Butuh Bantuan Pusat |
|
|---|
| 10 Jam Joni dan Andre Berjalan Kaki ke Pandan Ambil Obat-obatan untuk Dibawa ke Hutanabolon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Banjir-di-Sibolga_Banjir-dan-Longsor-di-Tapteng_.jpg)