PDI Perjuangan Sumut
Siswa Korban Bencana Tapteng Titip Doa untuk Ulangtahun Megawati ke-79 Usai Menerima Bantuan Seragam
Bau lumpur belum sepenuhnya hilang dari lorong-lorong sekolah di Tapanuli Tengah seperti terlihat pada Jumat (23/1/2026).
TRIBUN-MEDAN.COM, TAPTENG-Bau lumpur belum sepenuhnya hilang dari lorong-lorong sekolah di Tapanuli Tengah seperti terlihat pada Jumat (23/1/2026).
Di beberapa sudut ruang kelas, bekas garis air banjir masih terlihat samar di dinding.
Bangku-bangku kayu mulai kembali tersusun, meski sebagian sudah kusam dan retak.
Di tengah suasana yang perlahan pulih itulah, bantuan datang bukan hanya dalam bentuk barang, tetapi juga sebagai isyarat bahwa mereka tidak sepenuhnya dilupakan.
Sejumlah siswa korban bencana di Tapanuli Tengah menyampaikan rasa terima kasih sekaligus menitipkan salam dan doa ulang tahun ke-79 kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, setelah menerima bantuan perlengkapan sekolah yang disalurkan melalui kader-kader PDI Perjuangan.
Bantuan itu dibawa oleh para kader banteng yang diutus Megawati presiden Kelima itu, sekaligus dalam rangka Natal Nasional PDI Perjuangan yang memilih bersama korban bencana Sumatera.
Tampak diantaranya utusan DPP PDIP Perjuangan Wasekjen PDIP Sri Utari, Marianus Gea lalu ada Ketua DPD PDIP Sumut diantaranya Rapidin Simbolon, serta jajaran pengurus partai di daerah, termasuk DPD PDIP daerah lain di Indonesia dalam rangkaian kegiatan Natal Nasional PDI Perjuangan.
Di halaman SMP Negeri 1 Tukka, Alvianus Laoly berdiri sambil memegang tas sekolah baru yang masih kaku.
Seragam yang dikenakannya pun baru pengganti pakaian lama yang hanyut terseret banjir beberapa waktu lalu.
Suaranya pelan, tapi jelas. “Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Megawati atas bantuannya kepada sekolah kami yang terkena bencana,” katanya.
Bantuan itu, menurut Alvianus, membuat dirinya dan teman-teman bisa kembali datang ke sekolah dengan perasaan lebih percaya diri.
Bagi Arjun Waruhu, siswa kelas XI SMA Santo Fransiskus Pandan, hari itu terasa berbeda.
Sekolahnya sempat lumpuh selama beberapa waktu. Buku-buku rusak, sepatu basah berhari-hari, dan sebagian teman terpaksa absen karena tak lagi punya perlengkapan.
“Kami senang sekali menerima bantuan ini. Rasanya seperti diperhatikan,” ujarnya. Ia pun menitipkan doa sederhana semoga Megawati panjang umur, sehat, dan terus peduli kepada mereka yang hidup di daerah yang jarang disorot.
Angel Driani Jae, siswi SMTK, mengingat betul bagaimana kondisi sekolahnya pascabencana.
DPC PDI Perjuangan Pakpak Bharat
PDI Perjuangan tak mengundang Presiden Prabowo Sub
Mantan Ketua DPC PDI Perjuangan
| Ketua DPD PDI-P Sumut Bersama DPC PDIP Taput Melayat Simpatisan di Siborongborong |
|
|---|
| Temui Akar Rumput PARNA Taput, Ketua PDIP Sumut Serap Keluhan Petani soal Pupuk Mahal dan Langka |
|
|---|
| PDI-P Komisi XIII Dengar Jeritan Petani Garoga, Peladang Khawatir Kelaparan, Gagal Panen 99 Persen |
|
|---|
| Ibu Pelajar yang Akhiri Hidup di Samosir Kenang Anaknya Tiap Hari Pulang Sekolah Jalan Kaki 10 Km |
|
|---|
| Pelajar Bunuh Diri di Samosir, Ketua PDIP Sumut: Pemkab Lalai, Sibuk Mobil Dinas 3,1 M dan Hiburan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dan-doa-ulang-tahun-kepada-Ketua-Umum-PDI-Perjuangan-Megawati-Soekarnoputri.jpg)