PDI Perjuangan Sumut
PDI-P Komisi XIII Dengar Jeritan Petani Garoga, Peladang Khawatir Kelaparan, Gagal Panen 99 Persen
Di forum itu, warga bicara lugas tentang nasib petan Samosi Benny Rumahorbo, salah satu petani, menggambarkan situasi
TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR-Jeritan petani dari Desa Garoga, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, mencuat dalam pertemuan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs Rapidin Simboloon MM dan Ketua Komisi B DPRD Sumut Dra Sorta Ertaty Siahaan Jumat (3/6/2026).
Persoalannya berlapis, mulai gagal panen, kekeringan, akses jalan rusak, hingga ancaman kelaparan.
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon, bersama Ketua Komisi B DPRD Sumut, Sorta Ertaty Siahaan, turun langsung menyerap aspirasi warga.
Pertemuan digelar usai Rapidin mengikuti ibadah Jumat Agung di Gereja Katolik Stasi Santo Pius Pangaloan, Desa Huta Ginjang Lontung.
Selain petani, kegiatan itu juga sekaligus menyerap aspirasi jemaat Katolik Tuktuk.
Di forum itu, warga bicara lugas tentang nasib petan Samosi Benny Rumahorbo, salah satu petani, menggambarkan situasi yang mereka hadapi saat ini.
“Kami gagal panen sampai 99 persen. Sawah kering, tanaman tidak tumbuh karena tidak ada air,” ujarnya.
Menurut Benny, kondisi geografis Garoga yang bergantung pada sumber air alami kini menjadi persoalan serius.
Ia bahkan menduga perubahan lingkungan ikut berpengaruh.
“Tak ada lagi air. Mungkin ini karena eucalyptus PT TPL, makanya air terjun Simangande mati,” katanya.
Beban ekonomi, lanjut Benny, kian menghimpit. Biaya hidup meningkat, sementara penghasilan nyaris tidak ada. Anak-anak mereka tetap harus sekolah, bahkan ada yang sudah kuliah.
“Untuk biaya sekolah pun terganggu. Dalam kondisi seperti ini, bahkan satu kilogram beras pun kami harapkan,” ujarnya.
Ia mengakui pemerintah memiliki berbagai program ketahanan pangan, tetapi tidak semua menjangkau mereka. Tahun ini, kata dia, hampir tidak ada harapan panen.
Keluhan serupa disampaikan Hostiani Sinaga. Ia menyebut kekeringan tahun ini terasa lebih parah dari sebelumnya.
“Padi kami tanam tidak tumbuh, jagung kami tanam juga tidak tumbuh. Tapi kami tetap berterima kasih Bapak Rapidin datang,” katanya.
Meski bantuan yang dibawa belum tentu besar, bagi warga, kehadiran pejabat menjadi tanda bahwa mereka masih diperhatikan.
Satgas PDI Perjuangan Sumut
Nakhoda PDI Perjuangan Sumut
Demo di Kantor DPD PDI Perjuangan Sumut
Dipercaya Megawati Pimpin PDI Perjuangan Sumut
| Ibu Pelajar yang Akhiri Hidup di Samosir Kenang Anaknya Tiap Hari Pulang Sekolah Jalan Kaki 10 Km |
|
|---|
| Pelajar Bunuh Diri di Samosir, Ketua PDIP Sumut: Pemkab Lalai, Sibuk Mobil Dinas 3,1 M dan Hiburan |
|
|---|
| PDIP Sumut Dorong Pelaku Usaha Taat Kelola Air Danau Toba, Negara Diminta Hadir Lindungi Rakyat |
|
|---|
| Rapidin, Fraksi PDIP Komisi XIII: Teror terhadap Pembela HAM Tak Bisa Dianggap Kriminal Biasa |
|
|---|
| Ustadz Syahban Sihotang: Selain Ramadan, Saat Idul Adha PDIP Sumut Juga Bawa Sapi Kurban ke Sihotang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rapidin-mendengarkan-aspirasi-warga-terkait-krisis-air-dan-ancaman-kelaparan.jpg)