PDI Perjuangan Sumut

Ibu Pelajar yang Akhiri Hidup di Samosir Kenang Anaknya Tiap Hari Pulang Sekolah Jalan Kaki 10 Km

Betty Agustina Sihombing (41), ibu dari seorang pelajar yang meninggal dunia di Kabupaten Samosir, mengungkapkan bahwa keterbatasan

|
Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN/Arjuna Bakkara
Tim utusan Ketua DPD PDIP Sumut Drs Rapidin Simbolon MM memberikan penguatan kepada keluarga korban sekaligus menyerahkan bantuan sembako di rumah duka almarhum Putra Junius Sidabutar di Huta Ginjang pelajar yang meinggal karena bunuh diri akibat keterbatasan ekonomi, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Rabu (1/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Betty Agustina Sihombing (41), ibu dari seorang pelajar yang meninggal dunia di Kabupaten Samosir, mengungkapkan bahwa keterbatasan ekonomi keluarga menjadi salah satu persoalan yang dihadapi keluarganya selama ini, terutama terkait kebutuhan pendidikan.

Hal itu disampaikan Betty saat menerima utusan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara, Drs Rapidin Simbolon MM, yang mengirimkan tim untuk melayat ke rumah duka di Huta Ginjang, Dusun I, Desa Huta Ginjang, Kecamatan Simanindo, Rabu (1/4/2026).

“Saya tidak pernah menyangka peristiwa ini terjadi pada keluarga kami,” ujar Betty, mengenang anaknya, Putra Junius Sidabutar, pelajar kelas X di SMA Negeri 1 Ambarita.

Di rumah sederhana itu, Betty bersama suaminya, Tunggul Sidabutar (63), menerima kedatangan tim yang terdiri dari August Sinaga, Nikojoyo Sinaga, Rutam Situmorang, dan Amon Sormin, didampingi Ketua PR PDI Perjuangan setempat, R Sinaga.

Menurut Betty, Putra dikenal sebagai anak yang pendiam. 

Ia sempat berencana menyekolahkan anaknya di Deli Serdang, namun keterbatasan biaya membuat rencana itu urung terlaksana.

“Karena ada sekolah rakyat di sana. Tapi karena tidak mampu, akhirnya masuk ke SMA Negeri 1 Ambarita jalur afirmasi,” katanya.

Dalam keseharian, suaminya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu. 

Kondisi fisik yang semakin menurun membuat pekerjaan semakin terbatas.

“Untuk makan sehari-hari saja kami sudah kesulitan, apalagi untuk kebutuhan sekolah,” ujar Betty.

Ia berharap anak keduanya, Putri Anggia Sidabutar (14), dapat melanjutkan pendidikan tanpa mengalami kesulitan serupa. 

Menurutnya, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara sempat berkunjung dan menjanjikan bantuan pendidikan, namun belum ada kepastian.

“Tolong kami, Pak Rapidin, agar anak kami bisa terbantu untuk melanjutkan sekolah,” katanya.

Warga setempat, R Sinaga, menuturkan bahwa almarhum selama ini juga berusaha membantu dirinya sendiri. 

Saat masih SMP, Putra kerap bekerja di ladang warga untuk membiayai sekolahnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved