PDI Perjuangan Sumut

Hadir di Natal Parna Labuhanbatu, Rapidin Bawa Ratusan Bingkisan dan Ajak Doa untuk Bencana Sumatera

Ketua DPD Sumut Drs Rapidin Simbolon MM membagikan bingkisan Natal kepada keluarga Parna di Labuhanbatu

|
Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN
Ketua DPD Sumut Drs Rapidin Simbolon MM yang juga Anggota Komisi XIII DPR RI membagikan bingkisan Natal kepada keluarga Parna di Labuhanbatu, usai ibadah Natal di GKPI Jemaat Khusus Rantau Prapat, Sabtu (6/12/2025). Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak jemaat mendoakan warga Tapanuli Tengah yang sedang dilanda bencana banjir dan longsor. 

TRIBUN-MEDAN.COM, LABUHANBATU-Suasana ibadah Natal di GKPI Jemaat Khusus Rantau Prapat, Sabtu sore, terasa khusuk, Sabtu (6/12/2025).

Ratusan keluarga Parsadaan Raja Naiambaton (Parna) Boru, Bere dan Ibebere menyambut Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs. Rapidin Simbolon MM, yang didaulat hadir dalam perayaan sederhana itu.

Tema Natal tahun ini mengusung damai sejahtera.

Namun di balik lantunan lagu dan doa, terselip cerita keseharian warga. Harga sembako naik, minyak sulit dicari.

“Bukan cuma pertamax dan pertalite yang langka, harga di pasar pun sulit kami jangkau,” kata Ketua Panitia AJ Turnip, sesekali menyeka keringat di panggung kecil.

Suaranya lirih, tapi jelas. Ia berharap suara warga sampai ke telinga pengambil kebijakan. “Semoga bapak intens memperjuangkan aspirasi masyarakat Sumut,"ujarnya berharap kepada Rapidin yang hadir pada penyambutan Natal ini.

Rapidin menjawab dengan tenang. Ia memperkenalkan dirinya sebagai anggota Komisi XIII DPR RI, yang membidangi banyak hal, termasuk hak asasi manusia.

“Kalau ada yang terkait dengan HAM dan pendidikan, saya siap bantu,” ujarnya, disambut tepuk tangan jemaat.

Tentang bantuan, ia tidak berlebihan. Ratusan paket sembako dibawa.

“Kalau pun hanya minyak goreng yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat,” kata panitia.

Rapidin tak ingin dianggap datang sebagai pahlawan. “Ini sekadar oleh-oleh Natal untuk keluarga Parna Labuhanbatu. Semoga berguna,” tuturnya.

Di sela-sela suka cita Natal, ia menyisipkan kabar duka dari kampung lain. Tapanuli Tengah, kata Rapidin, kini sedang dibalut bencana longsor dan banjir bandang memutus jalan, merusak rumah, merenggut nyawa. Jemaat hening sejenak.

“Kita bersyukur masih sehat merayakan Natal. Mari kita kirim doa untuk keluarga di Tapteng,” ajaknya.

Undangan dan jemaat menundukkan kepala. Di ruang sederhana itu, damai dan kepedihan bertemu.

Sore beranjak malam, makanan dibagi, tawa terdengar. Natal tetap datang, meski sebagian saudara berada dalam duka.

Rapidin pamit pelan, diikuti beberapa jabat tangan dan foto bersama. Di halaman gereja, tumpukan kardus bingkisan masih menunggu dibawa pulang sebuah tanda kecil bahwa berbagi tak perlu riuh.(Jun-tribun-medan.com).

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved