Rabu, 8 Juli 2026

Berita Viral

Kompolnas Beber Bukti Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Dianiaya Sebelum Dibuang ke Sungai

Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya hilang saat operasi penggerebekan bandar narkoba

Tayang:
TRIBUN MEDAN
GUGUR - Aiptu Sumariyanto (kiri), Aipda Yudhie Perdana Putra (tengah) dan Bripda Nopandri Ramadhana (kanan), polisi yang gugur saat penggerebekan bandar narkoab di Katingan, Kalimantan Tengah. 

TRIBUN-MEDAN.com - Dugaan dua polisi, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana disekap dan dianiaya dahulu sebelum jasadnya di buang di sungai saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, semakin menguat.

Kuatnya dugaan ini setelah Tim Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menemukan ceceran darah di lokasi penyerangan anggota Satresnarkoba Polres Katingan tersebut.

Diberitakan, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya hilang saat operasi penggerebekan bandar narkoba mendapat perlawanan warga dan keluarga terduga bandar narkoba

Dalam peristiwa itu, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur setelah mengalami luka bacok di bagian kepala.

Sementara itu, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana sempat dinyatakan hilang. 

Jasad Bripda Nopandri akhirnya ditemukan meninggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan pada Sabtu (4/7/2026), sedangkan Aiptu Sumariyanto ditemukan sehari kemudian di wilayah DAS yang sama.

Komisioner Kompolnas, Supardi Hamid, menyebut penemuan ceceran darah di lokasi itu membantah dugaan awal bahwa polisi tewas akibat tenggelam saat berusaha menyelamatkan diri setelah menggerebek bandar narkoba.

"Dari TKP 3 ini ada satu fakta yang menarik adalah bahwa tesis para korban ini melarikan diri ke sungai dan kemudian mati tenggelam adalah tidak terbukti, justru terbantahkan dari fakta di sini di mana kita menemukan ceceran darah yang kemudian ceceran darah itu berakhir di sungai," kata Supardi dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).

Menurut Supardi, temuan ceceran darah di lokasi justru menunjukkan korban lebih dulu mengalami kekerasan sebelum jasadnya dibuang ke Sungai Katingan.

Ia mengatakan, pola temuan di lokasi memperlihatkan adanya dugaan pembunuhan terhadap para anggota kepolisian sebelum jasad mereka dibuang ke aliran sungai.

"Ini menunjukkan bahwa para korban ini dihabisi, dibunuh sebelum mereka dibuang ke sungai," ungkapnya.

Atas dasar temuan tersebut, Kompolnas menilai tindakan para pelaku masuk dalam kategori pembunuhan yang disengaja terhadap aparat penegak hukum.

"Artinya ini adalah secara jelas masuk ke dalam kategori intentionally killing yang dilakukan oleh para bandar narkoba ini untuk menghabisi para petugas kepolisian dan baru kemudian dibuang ke sungai," kata dia.

Sebelumnya, Komisioner Kompolnas Choirul Anam atau Cak Anam juga menyebut kemungkinan kedua polisi ini dianiaya dahulu sebelum jasadnya dibuang ke sungai.

Karena itu salah satu fokus utama Kompolnas adalah memastikan apakah tiga polisi meninggal sebelum atau sesudah berada di sungai, menyusul beredarnya berbagai informasi yang berbeda di masyarakat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Round of 16 - Babak 16 Besar
Rabu, 8 Juli 2026 | 03:00 WIB
Switzerland
Swiss
0 - 0
Colombia
Kolombia
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved