Berita Viral
FAKTA Baru 3 Polisi Tewas Saat Gerebek Bandar Sabu, Diduga Disiksa Lalu Dibuang ke Sungai
Terungkap fakta baru tiga polisi tewas saat gerebek bandar sabu di Katingan Tengah, Kalteng yang diduga disekap disiksa terlebih dahulu lalu dibuang
TRIBUN-MEDAN.COM – Terungkap fakta baru tiga polisi tewas saat gerebek bandar sabu di Katingan Tengah, Kalteng.
Adapun tiga polisi anggota Satresnarkoba Polres Katingan meninggal dunia dalam tragedi di Katingan, Kalteng.
Sebelum ditemukan tewas dibuang ke sungai, polisi tersebut diduga disekap dan disiksa terlebih dahulu.
Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, mengatakan pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk memastikan penyebab pasti kematian para personel tersebut.
Salah satu fokus penyelidikan adalah memastikan apakah korban telah meninggal sebelum berada di dalam air atau justru kehilangan nyawa setelah tercebur ke sungai.
Dugaan adanya tindak kekerasan semakin menguat setelah ditemukan sejumlah luka fisik pada tubuh para korban saat proses pemeriksaan.
Jika dugaan tersebut terbukti, Kompolnas menilai tindakan para pelaku merupakan bentuk perlawanan yang sangat serius terhadap aparat penegak hukum dalam pemberantasan narkotika.
"Kalau sebelum nyebur ke sungai itu sudah meninggal, ini memang satu tindakan yang bisa jadi mereka ditangkap dulu, disekap dulu, dianiaya dulu, makanya ada luka-luka, baru dibuang.
Baca juga: Jumlah Mahasiswa KKN UNIMED di Samosir Meningkat, Wabup Terima 2.372 Mahasiswa Disebar di 59 Desa
Jika itu yang terjadi, ya ini serius sekali. Kami meminta seluruh pelaku dihukum seberat-beratnya," tegas Cak Anam, seperti diberitakan Kompas.com, Senin (6/7/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa seluruh rangkaian peristiwa akan diusut secara menyeluruh tanpa mengesampingkan setiap kemungkinan yang muncul.
Kompolnas juga menilai pengungkapan fakta sebenarnya sangat penting untuk memberikan keadilan bagi para korban sekaligus mengungkap motif para pelaku.
Kronologi
Berdasarkan keterangan Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, peristiwa bermula pada Rabu (1/7/2026) malam hingga Kamis dini hari.
Sebanyak 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan dikerahkan ke Desa Tumbang Kalemei untuk menangkap target operasi berinisial BIO, seorang residivis bandar sabu.
Operasi awalnya berjalan lancar dan target berhasil dibekuk di rumahnya. Namun, situasi mendadak berubah mencekam ketika pihak keluarga target bersama puluhan warga sekitar melakukan perlawanan massal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/polisi-tewas-gerebek-narkoba-kalteng-tribunmedan.jpg)