Berita Viral
Ratusan Massa Geruduk Lapas Labuhanruku Protes Tahanan Tewas hingga Seludupan Ponsel
Ratusan massa geruduk Lapas Labuhanruku, Batubara terkait beredarnya penyelundupan ponsel, narkotika, serta meninggalnya tahanan tewas di dalam
TRIBUN-MEDAN.COM – Ratusan massa geruduk Lapas Labuhanruku, Batubara, Selasa (7/7/2026).
Lapas Labuhanruku Batubara, digeruduk ratusan massa.
Penggerudukan tersebut terkait beredarnya informasi dan berita terkait ada penyelundupan ponsel, narkotika, serta meninggalnya tahanan di dalam Lapas.
Kedatangan ratusan massa ini untuk meminta Kepala Lapas Labuhanruku mengklarifikasi informasi yang sudah meresahkan tersebut.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Tata Usaha Lapas Labuhanruku, Natal Joseva Purba mengaku pemberitaan tersebut tidak benar adanya.
"Terkait adanya tahanan yang meninggal dunia kemarin, kami sudah pastikan bahwa memang meninggal karena sakit, dan pihak keluarga membenarkan hal tersebut," katanya.
Lanjutnya, pihak keluarga juga menolak untuk dilakukannya eksumasi terhadap jasad tahanan yang meninggal dunia.
Baca juga: BMKG Prediksi Mandailing Natal Bakal Diguyur Hujan Sejak Pagi 8 Juli 2026
"Kami sudah menyarankan untuk dieksumasi agar terang dan jelas. Pihak keluarga tidak mau untuk dilakukan eksumasi dan menerimanya," ungkapnya.
Sedangkan tudingan terhadap maraknya peredaran narkotika dan ponsel pintar di dalam Lapas, pihaknya juga membantah.
"Tidak ada, saya berani jamin tidak ada. Karena kami bekerjasama dengan pihak kepolisian, BNN, untuk merazia hunian," katanya.
Ia berharap masyarakat tidak memakan mentah-mentah informasi yang tidak jelas.
Sebelumnya puluhan masyarakat melakukan unjuk di depan Kantor Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Labuhanruku, Batubara meminta Kepala Lembaga Pemasyarakatan di copot dari jabatannya, Senin (15/6/2026) lalu.
Permintaan ini bukan tanpa sebab, melainkan banyaknya dugaan masalah yang terjadi di Lapas Labuhanruku.
Massa menduga adanya kematian yang tidak wajar terhadap seorang yang masih berstatus tahanan. Selain itu, adanya dugaan penggunaan alat telekomunikasi yang mengakibatkan diduga adanya peredaran narkotika di dalam lapas.
Baca juga: Warga Aceh Patungan Rp1 M Perbaiki Jembatan,Menteri PU Cuma Terimakasih Lalu Boyong Anak Istri ke AS
Kordinator aksi, Syahnan Afriansyah mengaku, tudingan ini bukan bentuk kebencian masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan, melainkan untuk menjaga agar tidak ada praktik curang yang terjadi di lapas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Aksi-massa-DPD-Bapera-Kabupaten-Batubara-mendatangi-Lapas-Labuhanruku1.jpg)