Kamis, 2 Juli 2026

Berita Viral

Wamenhan Sebut Tak Ada Lagi Taktik Militer untuk Program SPPI: Mereka Hanya Belajar Nasionalisme

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Donny Ermawan memastikan materi pelatihan kini telah direvisi dengan skema yang berbeda dari sebelumnya.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN MEDAN/Istimewa/Grafis TribunMedan
NOVIA SIHOTANG - Calon manajer Koperasi Desa Merah Putih Novia Sihotang yang meninggal saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) menyusul meninggalnya lima peserta selama pelaksanaan program.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Donny Ermawan memastikan materi pelatihan kini telah direvisi dengan skema yang berbeda dari sebelumnya.

Dalam konsep terbaru tersebut, peserta SPPI tidak lagi diproyeksikan sebagai bagian dari Komponen Cadangan (Komcad).

Sebagai gantinya, seluruh peserta hanya akan mengikuti pendidikan dan pelatihan Bela Negara yang difokuskan pada pembentukan karakter, peningkatan jiwa kepemimpinan, serta kemampuan manajerial.

Perubahan itu juga berdampak pada materi pelatihan yang diberikan kepada calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Seluruh materi yang berkaitan dengan penggunaan senjata hingga taktik militer dipastikan telah dihapus dari kurikulum pelatihan.

DUKA - Suasana duka menyelimuti kediaman almarhumah Novia Rahmadhani Sihotang di Jalan Sisingamangaraja, Kota Padangsidimpuan, Rabu (24/6/2026). Novia dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) di Jakarta.
DUKA - Suasana duka menyelimuti kediaman almarhumah Novia Rahmadhani Sihotang di Jalan Sisingamangaraja, Kota Padangsidimpuan, Rabu (24/6/2026). Novia dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) di Jakarta. (TRIBUN MEDAN)

Menurut Donny, keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan program SPPI.

"Kami sudah merevisi program ini. Yang semula mereka juga akan menjadi komponen cadangan, kami sudah tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan Bela Negara," kata Donny, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Ia menegaskan, fokus utama program kini diarahkan sepenuhnya pada penguatan karakter dan kompetensi peserta sebagai calon penggerak pembangunan di daerah.

Dengan skema baru tersebut, peserta tidak lagi menerima materi yang identik dengan pendidikan militer. 

Pemerintah berharap perubahan kurikulum dapat membuat pelaksanaan program menjadi lebih sesuai dengan tujuan awal pembentukan SPPI.

Selain itu, revisi ini diharapkan mampu meningkatkan aspek keselamatan dan efektivitas proses pendidikan bagi seluruh peserta.

Donny menilai pendekatan Bela Negara memiliki orientasi yang berbeda dibandingkan program Komponen Cadangan.

Karena itu, materi yang diberikan lebih menitikberatkan pada pengembangan kepemimpinan, kedisiplinan, serta kemampuan mengelola organisasi.

Donny juga menjelaskan, pelatihan Bela Negara memiliki perbedaan mendasar dengan program Komponen Cadangan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Round of 32 - Babak 32 Besar
Kamis, 2 Juli 2026 | 03:00 WIB
Belgium
Belgia
3 - 2
Senegal
Senegal
Round of 32 - Babak 32 Besar
Kamis, 2 Juli 2026 | 07:00 WIB
United States
Amerika Serikat
2 - 0
Bosnia
Bosnia
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved