Berita Viral
Wamenhan Sebut Tak Ada Lagi Taktik Militer untuk Program SPPI: Mereka Hanya Belajar Nasionalisme
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Donny Ermawan memastikan materi pelatihan kini telah direvisi dengan skema yang berbeda dari sebelumnya.
TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) menyusul meninggalnya lima peserta selama pelaksanaan program.
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Donny Ermawan memastikan materi pelatihan kini telah direvisi dengan skema yang berbeda dari sebelumnya.
Dalam konsep terbaru tersebut, peserta SPPI tidak lagi diproyeksikan sebagai bagian dari Komponen Cadangan (Komcad).
Sebagai gantinya, seluruh peserta hanya akan mengikuti pendidikan dan pelatihan Bela Negara yang difokuskan pada pembentukan karakter, peningkatan jiwa kepemimpinan, serta kemampuan manajerial.
Perubahan itu juga berdampak pada materi pelatihan yang diberikan kepada calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
Seluruh materi yang berkaitan dengan penggunaan senjata hingga taktik militer dipastikan telah dihapus dari kurikulum pelatihan.
Menurut Donny, keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan program SPPI.
"Kami sudah merevisi program ini. Yang semula mereka juga akan menjadi komponen cadangan, kami sudah tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan Bela Negara," kata Donny, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Ia menegaskan, fokus utama program kini diarahkan sepenuhnya pada penguatan karakter dan kompetensi peserta sebagai calon penggerak pembangunan di daerah.
Dengan skema baru tersebut, peserta tidak lagi menerima materi yang identik dengan pendidikan militer.
Pemerintah berharap perubahan kurikulum dapat membuat pelaksanaan program menjadi lebih sesuai dengan tujuan awal pembentukan SPPI.
Selain itu, revisi ini diharapkan mampu meningkatkan aspek keselamatan dan efektivitas proses pendidikan bagi seluruh peserta.
Donny menilai pendekatan Bela Negara memiliki orientasi yang berbeda dibandingkan program Komponen Cadangan.
Karena itu, materi yang diberikan lebih menitikberatkan pada pengembangan kepemimpinan, kedisiplinan, serta kemampuan mengelola organisasi.
Donny juga menjelaskan, pelatihan Bela Negara memiliki perbedaan mendasar dengan program Komponen Cadangan.
Novia Rahmadhani Sihotang
Latsarmil
Koperasi Desa Merah Putih
Wakil Menteri Pertahanan
Donny Ermawan
Tribun-medan.com
Berita Viral
| SOSOK Litao Anggota DPRD Divonis 1,5 Tahun Kasus Tewasnya Remaja Usai Buron 11 Tahun |
|
|---|
| NASIB Asrizal Pria Bunuh Istri di Medan karena Ditolak Berhubungan Badan, Divonis 10 Tahun Penjara |
|
|---|
| Duduk Perkara RS Pirngadi Medan Digeledah Tim Jaksa, Dugaan Korupsi Dana Layanan Umum 23,8 M |
|
|---|
| GARANGNYA Jukir Liar Wanita Melawan Saat Diamankan, Sempat Dorong-dorongan dengan Petugas |
|
|---|
| Nasib Veronika Lake, Anggota DPRD TTU Dinonaktifkan PDIP setelah Kasus Tragis dr. Icha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Novia-sihotang-calon-manejer-koperasi-merah-putih-meninggal.jpg)