Nilai Tukar Rupiah

Padahal BI Sudah Naikkan Suku Bunga, Rupiah Masih Loyo Ditutup Rp17.667/Dolar AS, IHSG Makin Ambruk

Nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026).

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Thinkstock
Ilustrasi uang. Nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026). Rupiah mengakhiri perdagangan di level Rp17.667 atau melemah 0,23 persen. 

TRIBUN-MEDAN.com - Nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026).

Padahal Bank Indonesia (BI) sudah menaikkan BI Rate hingga 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada Rabu (20/5/2026) kemarin, untuk memperkuat pertahanan terhadap rupiah setelah mata uang ini jatuh ke level terendah berturut-turut bulan ini.

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan di level Rp17.667 per dolar AS atau melemah 0,23 persen.

Kondisi ini membuat rupiah kembali tertekan setelah pada perdagangan Rabu (20/5/2026), mata uang Garuda ditutup menguat di level Rp 17.600 sebagai dampak kenaikan BI Rate.

Sepanjang perdagangan Kamis, rupiah bergerak cukup volatil. Mengawali perdagangan di level Rp17.600/US$, lalu sempat melemah hingga menyentuh Rp17.685. Namun, tekanan sedikit berkurang menjelang penutupan perdagangan.

Baca juga: Dampak Kebijakan Bank Indonesia Naikkan BI Rate, Siap-siap Cicilan Kredit Membengkak

BI Batasi Pembelian Valas 25.000

Bank Indonesia (BI) bakal kembali menurunkan batas pembelian valuta asing (valas) tanpa underlying document pada Juni 2026 dari 50.000 dollar AS menjadi 25.000 dolar AS. 

Dengan perubahan ini, maka ke depannya transaksi pembelian valas di atas 25.000 dolar AS tetap dapat dilakukan, namun wajib disertai dokumen pendukung yang menunjukkan tujuan transaksi atau kebutuhan pembelian. 

Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono mengatakan, pihaknya memberikan masa transisi selama satu bulan untuk penyesuaian sistem di internal bank sentral maupun perbankan. 

"Kebijakan ini akan dilakukan di awal Juni tahun ini, artinya bulan depan dengan masa transisi satu bulan," ujarnya saat konferensi pers virtual, Rabu (20/5/2026).

Untuk diketahui, pada 1 April lalu BI baru saja memberlakukan pembatasan pembelian valas dari 100.000 dollar AS menjadi 50.000 dollar AS per orang per bulan. Masa transisinya hingga 30 April 2026. 

Thomas mengungkapkan, pada kebijakan yang lalu itu BI berhasil menurunkan transaksi valas dari sebelumnya 78 juta dollar AS per hari pada Kuartal I 2026 menjadi 62 juta dollar AS pada April-Mei 2026. 

Itu artinya, kebijakan pengurangan penggunaan valas tersebut membuahkan hasil.

Oleh karena itu, BI berupaya menurunkan batasnya lagi menjadi 25.000 dollar AS per pelaku per bulan agar dapat mendorong stabilitas nilai tukar rupiah. 

"Artinya kita harapkan bahwa training ini akan berlanjut untuk kebijakan berikutnya," kata dia. 

Baca juga: NASIB AKBP Basuki Divonis 6 Tahun Penjara Atas Kematian Dosen Levi, Eks Perwira Polda Jateng

IHSG Makin Ambruk

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk pada perdagangan Kamis (21/5/2026), seiring tekanan jual besar-besaran yang terjadi hampir sepanjang hari perdagangan.

IHSG ditutup merosot 3,54 persen ke level 6.094,94. 

Koreksi tajam ini membuat IHSG kehilangan 223,56 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level 6.318,50.

Sejak awal sesi, IHSG sempat bergerak di zona hijau dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.378,81 sebelum akhirnya terus melemah hingga menyentuh titik terendah di 6.080,95.

Nilai transaksi pasar tercatat cukup besar mencapai Rp18,03 triliun dengan volume perdagangan 33,45 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,11 juta kali.

Tekanan jual terjadi nyaris merata di seluruh papan perdagangan. Sebanyak 700 saham ditutup melemah, hanya 91 saham menguat, sementara 168 saham stagnan. (*/tribunmedan.com)

Artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved