Berita Viral
PROFIL Ahmad Bahar yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya Hingga Anaknya Dibawa, Penulis Buku Lulusan UGM
Ia dikenal sudah memiliki ratusan karya tulisnya. Salah satu karya bukunya berjudul Gibran The Next President
TRIBUN-MEDAN.com - Inilah profil Ahmad Bahar yang rumahnya digeruduk GRIB Jaya.
Ahmad Bahar merupakan penulis.
Salah satu buku yang Ahmad Bahar tulis adalah Gibran The Next President.
Baca juga: KRONOLOGI Gadis 11 Tahun Tewas Saat Jalani Pengobatan Mistik, Ada Rambut Hingga Kertas di Mulutnya
Sosok Ahmad Bahar, seorang penulis buku kini jadi sorotan setelah rumahnya digeruduk oleh belasan orang yang mengaku anggota ormas GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026) lalu.
Mereka mencari keberadaan Ahmad Bahar yang justru tidak ada di rumahnya saat penggerudukan.
Imbasnya, rombongan pria itu akhirnya membawa seorang putrinya yang berusia 33 tahun yang saat itu berada di rumah.
Baca juga: KLARIFIKASI GRIB Jaya Usai Diduga Kepung Rumah Ahmad Bahar Hingga Bawa Putrinya: Sangat Berlebihan
Istri Ahmad Bahar, Yenni Nur, menceritakan bahwa putrinya dipaksa ikut ke kantor GRIB Jaya agar Ahmad Bahar mau datang dan menemui Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall atau Hercules.
Lantas siapa sosok Ahmad Bahar?
Diketahui, Ahmad Bahar salah satu penulis buku profesional yang berasal dari Cimanggis, Depok, Jawa Barat.
Bahar merupakan lulusan dari Fakultas Sastra dan Kebudayaan, Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ia dikenal sudah memiliki ratusan karya tulisnya.
Baca juga: AWAL Mula Bocah di Lubuklinggau Tertabrak Mobil Tetangga, 2 Kali Terlindas, Korban Operasi Usus
Salah satu karya bukunya berjudul Gibran The Next President
Buku ini ditulis jauh sebelum Gibran Rakabuming Raka resmi maju dalam kontestasi pilpres, bahkan saat putra sulung Jokowi itu masih dalam proses pencalonan Wali Kota Solo pada 2024.
Bahar juga pernah menulis buku berjudul “Wawancara Imajiner Dengan Anies Baswedan Presiden 2024".
Keterampilannya dalam menulis itu terbentuk saat ia bergabung dalam Lembaga Pelatihan Pena Writing School (PWS).
Lebih lanjut, sejumlah karya yang sudah diterbitkan di antaranya: Timur Pradopo: Memberi Keteladanan Menuai Kearifan, Oegroseno: Menjadi Polisi Untuk Mengabdi, Belajar Mentertawakan Diri Sendiri: Untung S Radjab.
Beberapa buku yang ditulis pada akhirnya banyak dari tokoh penting nasional, seperti pernah menulis buku: "Biografi Kyai Politik Abdurrahman Wahid", "Biografi Politik Megawati Soekarnoputri", dan yang cukup fenomenal adalah buku: "Sembilan Alasan Memilih JOKOWI JEKA".
Penyebab
Penggerudukan ini dipicu oleh dua hal antara suaminya dengan Hercules.
Pertama, adanya peretasan nomor telepon seluler milik putrinya pada pekan lalu. Pelaku peretasan menggunakan nomor putrinya tersebut untuk mengirimkan pesan bernada ancaman kepada Hercules.
Baca juga: Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Tol Medan-Binjai Rp 1,1 Triliun, Kejati Sumut Periksa 20 Saksi
"Tiga atau empat hari yang lalu, HP anak saya di-hack. Ternyata hacker-nya itu mengancam-ancam si Hercules, pakai nomor anak saya," kata Yenni saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Senin (18/5/2026).
Pihak Hercules sebelumnya sempat mendatangi rumah mereka untuk meminta klarifikasi. Pihak keluarga pun sudah menjelaskan dan memberikan bukti bahwa HP tersebut diretas, tetapi penjelasan itu tidak dihiraukan.
"Waktu itu ada dua orang dari pihak mereka yang datang mengklarifikasi. Tetap aja katanya, 'Itu kamu yang lakuin'. Lah, mau nunjukin gimana lagi, kita ada bukti-bukti kalau HP kita di-hack. Ya apalagi anak saya perempuan ya, mana mungkin mau urusan yang kayak gitu-gitu," ujarnya.
Baca juga: Indonesia Hadapi Oman dan Mozambik di FIFA Matchday, Begini Tanggapan Legenda Timnas
Selain masalah peretasan, pemicu lainnya diduga kuat berasal dari unggahan video di akun TikTok milik Ahmad Bahar.
Dalam video tersebut, Ahmad disebut mengkritik Hercules yang saat itu tengah berseteru dengan Amien Rais.
"Awal ininya sih ya ada konten Pak Ahmad Bahar yang menyinggung-menyinggung Hercules. Karena kan Hercules itu waktu itu mengingatkan Pak Amien Rais, sementara Pak Ahmad itu kan emang deket sama Pak Amien. Otomatis aja ya kontennya sih emang rada nyerempet-nyerempet, 'kamu tuh udah waktunya tumbang' gitu ngomong ke Hercules," jelas Yenni.
Saat masa GRIB Jaya mendatangi kediamannya, Ahmad Bahar justru tidak berada di tempat.
Dipulangkan tengah malam
Setelah Ahmad Bahar berhasil dihubungi oleh istrinya, ia pun langsung bergerak cepat dan mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah ini di Polres Metro Depok dengan pendampingan hukum dari LBH Muhammadiyah.
Setelah Ahmad Bahar membuat laporan, polisi meminta pihak Hercules mengantarkan putri Ahmad Bahar ke Mapolres Metro Depok.
"Disuruh dianterin ke Polres Depok. Jadi mereka yang suruh nganterin, jadi kita kan udah menang di situ. LBH Muhammadiyah sudah siap juga dampingin. Sekitar pukul 02.00 WIB lah baru sampai itu," ucapnya.
Sang anak akhirnya pulang dengan selamat. Kedua belah pihak membuat kesepakatan damai di atas kertas.
"Yang jelas sudah selesai ada hitam di atas putih lah bermaterai. Mungkin itu kesepakatan-kesepakatan yang diambil, tapi yang tahu detail isinya suami saya, dia lagi enggak ada juga. Yang penting anak saya sih udah aman kan udah di rumah," ujar dia.
Meski putrinya sudah kembali, Yenni menyayangkan aksi penggerudukan paksa tersebut. Ia menilai persoalan seperti ini seharusnya bisa diselesaikan lewat jalur hukum yang berlaku, bukan lewat intimidasi.
"Artinya kan kalau kita negara hukum ya udah laporin aja Pak Ahmad gitu kalau dia merasa si Hercules-nya tersinggung apa difitnah. Kan kita negara hukum lah, kenapa masih pakai aksi-aksi premanisme gitu. Bukan menggerebek model-model preman, itu kan udah nggak bisa dibenarkan di negara kita," tutur Yenni.
Ia pun berharap dengan adanya perjanjian damai yang sudah dibuat, masalah sudah selesai dan tidak terus-menerus diperpanjang.
Klarifikasi GRIB Jaya
GRIB Jaya membantah telah mengepung rumah penulis buku Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok, Minggu (17/5/2026).
Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, kedatangan mereka untuk meminta klarifikasi konten video yang menyinggung Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules.
"Narasi yang menyebutkan adanya "pengepungan massa" dinilai sangat berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan," ujar Marcel dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).
Marcel mengatakan kedatangan anggota GRIB Jaya juga mengingatkan Ahmad Bahar bahwa ruang publik harus diisi dengan fakta, bukan fitnah atau provokasi.
Untuk menjaga kondusivitas di lingkungan sekitar dan menghindari hal-hal anarkis, anggota GRIB meminta Ahmad Bahar langsung datang ke Kantor DPP GRIB Jaya guna mengklarifikasi pernyataannya yang menyinggung Hercules.
"Sayangnya, Ahmad Bahar dinilai tidak satria dan mencoba lepas dari tanggung jawab. Alih-alih hadir secara jantan, ia justru melarikan diri, mematikan telepon genggamnya, dan hanya mengutus putrinya untuk datang ke kantor DPP," kata Marcel.
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PENYEBAB-Rumah-Ahmad-Bahar-Digeruduk-Massa-GRIB-Jaya-Sang-Istri-Pilu-Putrinya-Dibawa-Jadi-Sandera.jpg)