Berita Viral
AWAL Mula Kasus Penipuan Hotel Wakil Gubernur Bangka Belitung, Hellyana Kini Divonis 4 Bulan Penjara
Hal ini dipastikan saat sidang pembacaan putusan oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Marolop Winner Pasrolan Bakara.
Awal Laporan: Mantan Manajer Hotel Ajukan Pengaduan
Kasus ini berawal pada 17 Juli 2025, ketika Adelia, mantan manajer sebuah hotel ternama di Kota Pangkalpinang, melaporkan Hellyana ke Polda Babel.
Didampingi penasihat hukumnya, Aldi, Adelia menuding Hellyana melakukan penipuan terkait pemesanan kamar hotel pada periode Maret 2023 hingga September 2024.
Menurut laporan tersebut, Hellyana, yang kala itu masih menjabat sebagai anggota DPRD Babel sebelum dilantik menjadi Wakil Gubernur, memesan sejumlah kamar hotel untuk keperluan pribadi.
Namun, pembayaran untuk kamar-kamar itu diduga tidak pernah dilunasi.
Akibatnya, pihak hotel membebankan biaya tersebut kepada Adelia sebagai manajer yang bertanggung jawab.
Bahkan, gaji Adelia sempat dipotong setiap bulan untuk menutupi kekurangan pembayaran.
Kondisi ini disebut membuat Adelia mengalami tekanan finansial hingga akhirnya memilih mundur dari pekerjaannya pada Maret 2025.
Saat ditagih oleh Adelia, Hellyana sempat menjanjikan akan membayar kamar hotel tersebut setelah dilantik menjadi Wagub Babel.
Namun kenyataannya hingga dilantik sebagai Wagub, Hellyana belum juga membayar kamar hotel yang sempat dipesan melalui Adelia.
"Dia pesan kamar melalui eks manajer hotel, namun dari tahun 2023-2024 tidak pernah membayar. Hal ini menjadi pertanggungjawaban manajer hotel waktu itu yaitu klien kami, Adelia ini harus menanggung semua tunggakan atau tagihan dari Hellyana ini," ujarnya.
"Dia (Adelia) merasa dirugikan, satu dia karena tekanan dan kondisi tidak kondusif lagi. Akhirnya dia diminta untuk resign di bulan Maret 2025 kemarin, sebelum resign Ibu Adelia ini disuruh bayar dengan cara dipotong gaji setiap bulan dan kurang lebih puluhan juta utang yang bersangkutan," kata Aldi.
Menurut Aldi, pemesanan kamar hotel yang dilakukan oleh Hellyana itu untuk kepentingan pribadi.
Apabila ada kegiatan partai, oleh pihak partai langsung dibayarkan kepada pihak hotel.
"Banyak kegiatan-kegiatan dan banyak kamar-kamar yang dipesan oleh Ibu Hellyana kepada Ibu Adelia ini. Ternyata tidak pernah dibayarkan dan Bu Adelia ini yang terpaksa membayarnya. Dari sejauh keterangan klien kami, ada agenda partai, tapi partai membayar dan yang dipesan dia ini khusus pribadi dia saja, bukan agenda partai yang belum dibayar," bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/hellyana-ijazah1-tribunmedan.jpg)